Tuti Dieksekusi Mati di Saudi, Kemlu: Hukumannya Tak Bisa Diampuni

51 views
Tuti Tursilawati (kanan) terakhir bertemu ibunya, April 2018 ddi Arab Saudi/ Kementerian Luar Negeri

JAKARTA – Indonesia memprotes Otoritas Arab Saudi yang menjatuhkan hukuman mati  kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Tuti Tursilawati.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan hukuman tersebut tergolong hukuman mati mutlak (had gillah) yang tidak bisa diampuni.

Berdasarkan tingkatannya, had gillah merupakan hukuman mati tertinggi di Arab Saudi setelah qisas dan takzir, karena tidak bisa diampuni oleh raja atau ahli waris korban. Tindakan yang termasuk had gillah hanya dapat dimaafkan oleh Allah SWT.

Iqbal mengungkapkan tindakan Tuti membunuh ayah majikannya, Suud Mulhak Al Utaibi, dilatarbelakangi pelecehan yang kerap diterimanya.

Namun, tindakan tersebut tidak bisa disebut sebagai pembelaan diri karena dilakukan tidak pada saat pelecehan berlangsung.

“Tuti dianggap melakukan pembunuhan berencana, karena itu mendapat hukuman had gillah,” ujar Iqbal.

Belajar dari kasus Tuti, Iqbal mengimbau para calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri untuk ekspresif dan berani membela hak-haknya sejak awal.

“Banyak tenaga kerja kita yang berdiam saat dilecehkan, dendamnya disimpan. Suatu saat ketika sudah tidak tertahankan kemudian dia melakukan pembunuhan sehingga dianggap pembunuhan berencana,” kata Iqbal.

Dihimpun Antara, Tuti Tursilawati divonis hukuman mati pada 2011, atas kasus pembunuhan yang ia lakukan setahun sebelumnya.

Perempuan asal Majalengka, Jawa Barat, itu kemudian dieksekusi mati di Kota Thaif, Arab Saudi, pada Senin (29/10/2018) pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Staf KJRI Jeddah, yang baru menerima pemberitahuan setelah eksekusi mati dilaksanakan, ikut menshalatkan jenazah dan menyaksikan pemakaman Tuti.

Sebelum meninggal dunia, perempuan yang lahir 6 Juni 1984 itu sempat melakukan video call dengan ibundanya pada 19 Oktober lalu dan mengatakan dirinya dalam kondisi baik.