Stop Kirim TKI. Selesai!

136 views
TKI Indonesia saat hendak diberangkatkan ke luar negeri.

TKW Siti Tursilawati asal Majalengka  (Jabar), Senin 29 Oktober 2018 lalu dihukum mati oleh pemerintah Arab Saudi. Indonesia protes keras ke Raja Salman, karena eksekusi itu tanpa notifikasi (pemberitahuan). Peristiwa semacam ini akan kembali terjadi, dan kita hanya bisa tersentak jiwa, tanpa mampu menyelamatkan nyawa pahlawan defisa. Maka kuncinya hanya satu, stop pengiriman TKI, selesai!

Entah yang ke berapa kali  kita mendengar berita semacam ini. Sebelum Tuti Tursilawati, bulan Maret 2018 lalu TKI asal Madura, Zaini Misrin, juga dieksekusi pemerintah Arab Saudi. Lagi-lagi juga tanpa notifikasi. Kesannya, selalu dilakukan diam-diam, kalau sudah mateng dibagi. Memangnya orang masak nasi? Tapi faktanya memang begitu, mereka terpaksa korbankan nyawanya karena di negeri sendiri tak lagi bisa masak nasi.

Adalah Manaker Sudomo tahun 1983 yang memiliki ide “briliant” ini. Karena Indonesia kala itu –dan sampai sekarang– tak mampu memberi pekerjaan pada rakyatnya, mulailah dilakukan “ekspor” TKI-TKW ke luar negeri secara besar-besaran. Ternyata, pengiriman TKI-TKWE itu menjadi sumber defisa buat negara. Maka kemudian muncul istilah menina-bobokkan: TKI adalah pahlawan defisa.

Kesejahteraan keluarga TKI-TKW memang jadi meningkat. Di kampungnya bisa bikin rumah, atau beli sawah. Tapi efek sampingannya, kemudian banyak TKI yang membiarkan “sawah” miliknya digarap orang lain. Atau juga suaminya di tanah air menggarap “sawah” tetangganya. Masalahnya sangat manusiawi, mereka kesepian setelah sekian lama jauh dari pasangannya, sementara hasrat “si imin” lebih kuat ketimbang dia punya iman.

Itu hanya persoalan intern antar para keluarga TKI-TKW sendiri. Tapi ketika para pahlawan defisa itu di negara lain berhadapan dengan masalah hukum, lalu kena vonis hukuman mati, itu kemudian menjadi persoalan yang harus ditangani negara. Istilah kerennya, negara harus hadir. Artinya pemerintah bisa menyelesaikan nasib yang menimpa warga negaranya di negeri lain.