Tank Harimau Siap Diekspor

908 views
Tank menengah Harimau buatan PT Pindad dan FNSS Turki siap diproduksi untuk memperkuat TNI dan diekspor pada 2019
- Advertisement -

TANK kelas menengah yang sedang dikembangkan oleh PT Pindad dan FNSS Turki diharapkan sudah bisa diproduksi tahun 2019, baik untuk memperkuat TNI maupun untuk ekspor.

Tank Harimau atau Kaplan (bahasa Turki) berbobot 30 hingga 35 ton digerakkan mesin diesel dengan transmisi otomatis penuh, dipersenjatai dengan kanon 105mm berjarak tembak langsung sejauh enam Km dan tembakan melambung 16 Km, senapan mesin koaksial kaliber 7,62 mm dan pelontar granat atau bom asap.

Direktur FNSS Nail Kurt di tengah Pameran Industri Pertahanan Indo Defence 2018 di Jakarta, Rabu (7/11) mengemukakan, tank Harimau yang relatif ringan bobotnya mudah ditempatkan dan pengoperasiannya berbiaya rendah serta cocok digunakan di wilayah tropis, namun juga tahan di udara dingin.

Selain untuk memenuhi kebutuhan TNI, diperkirakan sekitar 200 unit, sejauh ini Bangladesh dan Filippina juga sudah berniat memesan 100 unit, juga dua negara lainnya yang masih dalam tahap negosiasi.

Tank harimau mampu melaju dalam kecepatan hingga 70 km per jam dengan daya tempuh 450 Km, dilengkapi alat pembidik sasaran (remote control weapon system-RCWS), sedangkan lantai tank menggunakan lapisan baja setebal 30 mm sebagai tameng dari ranjau darat.

Bagi TNI, tank Harimau akan memperkuat jajarannya untuk menggantikan tank ringan AMX-13 buatan Perancis (berbobot 13,9 ton) yang didatangkan di era 1960-’an dan tank ringan Scorpion buatan Inggeris (delapan ton) yang didatangkan pada 1995.

Berbeda dengan tank tempur utama (MBT) misalnya Leopard 2A-4 buatan Jerman yang juga digunakan TNI, Tank Abrams M1A2 buatan AS atau seri T buatan Rusia atau ex-Uni Soviet (T-62, T-80 dan T-90) dengan bobot sekitar 60 ton, tank menengah Harimau cocok untuk jalan-jalan sempit, rawa-rawa atau perang kota.

- Advertisement -