Genderuwo, Sontoloyo dan Tampang Boyolali

113 views
Genderuwo, sontoloyo dan tampang-tampang Boyolali ikut meramaikan hingar bingar kampanye pilpres 2019
- Advertisement -

ALIH-ALIH digunakan untuk adu ide, gagasan dan program, hiruk-pikuk kampanye pilpres yang dimulai sejak 23 September lalu dipengapi metafora, jargon, olok-olok dan ujaran kebencian terhadap kubu kandidat lawan.

Contohnya, semakin tipisnya tempe hingga seukuran kartu ATM dilontarkan Cawapres Paslon 02 Sandiaga Uno untuk menganalogkan harga-harga yang semakin melambung, sehingga penjual goreng-gorengan “mengakalinya” agar tidak merugi.

Tentu saja, pernyataan Uno disangkal oleh “jajaran” tim kampanye Paslon 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin yang dianggap mengada-ada, karena menurut mereka, dari dulu ukuran tempe goreng ya segitu-gitu saja.

Kiasan “tempe seukuran ATM”, menurut Staf Pengajar Komunikasi UGM, Ambardi Kuskrido, sebenarnya bisa digunakan untuk menyampaikan gagasan lebih besar terkait makin mahalnya harga bahan baku. “Sayangnya, tidak didukung data dan argumentasi yang runtut, “ ujarnya. (Kompas, 9/11).

Viral juga terjadi di medsos terkait pernyataan capres Paslon 02 Prabowo Subianto tentang “tampang-tampang orang miskin Boyolali” yang belum pernah mengambah hotel-hotel berbintang lima yang bertebaran di ibukota.

“Kalian bisa-bisa diusir sekuriti jika coba-coba masuk hotel karena dianggap tampang-tampang bukan orang kaya, “ tuturnya.

Padahal, Prabowo dengan nada menggebu-gebu bermaksud menunjukkan keterpihakannya pada rakyat kecil atas ketidakadilan, ketimpangan dan kemiskinan yang menimpa mereka.

Mungkin maksudnya, hotel-hotel mewah kelas dunia yang bertebaran di Jakarta hanya dinikmati oleh segelintir orang, tidak bagi warga Boyolali (dan seluruh penduduk miskin lain di wilayah Indonesia).

Ucapan Prabowo tersebut malah mengundang aksi unjukrasa ribuan warga Boyolali yang menuntut ia minta maaf karena dianggap merendahkan dan melecehkan mereka dan juga protes dari Bupati Boyolali Seno Samudro dengan melontarkan kata-kata yang tidak kalah kerasnya.

- Advertisement -