Kabar Gembira bagi Kaum Difabel

16 views
Komitmen yang disampaikan pemerintah terkait implementasi UU NO. 8, tahun 2016 tentang kaum difabel harus dikawal terus.
- Advertisement -

FASILITAS yang tersedia di ruang-ruang publik di kota-kota besar sekali pun dan juga akses lapangan kerja bagi penyandang disabilitas di negeri ini masih minim dan jauh tertinggal dibandingan dengan sejumlah negeri lainnya.

Tetapi paling tidak, komitmen yang disampaikan oleh Presiden Jokowi pada Hari Disabilitas Internasional 2018 di Kota Bekasi, Senin (4/12) membawa angin segar bagi para penyandang disabilitas di seluruh tanah air.

Selain berjanji untuk menjamin hak-hak kaum disabilitas dan mengatur teknis pelaksanaan UU No. 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, pemerintah juga akan memberi kesempatan dan perlakuan sama bagi kaum difabel dan yang normal (nondifabel).

Jakowi di depan sekitar 1.000 penyandang disabilitas dari berbagai daerah secara tersirat mengakui, implementasi UU No 8 tahun 2016 masih jauh “panggang dari pada api”.

“Saya ingin yang kongkret-kongkret saja. Memang Undang-Undangnya sudah ada, tetapi yang lebih penting implementasinya, melaksanakan amanah Undang-Undang yang ada, “ tuturnya.

Pasal-pasal UU No. 8 tahun 2016 memuat 24 hak yang harus diberikan pada kaum difabel untuk mencapai kesejahteraan, kenyamanan dan kemandirian tanpa diskriminasi dengan warga negara non-difabel lainnya.

Jokowi mencontohkan, pemerintah memberikan penghargaan sama bagi atlit difabel yang meraih medali pada kejuaraan Asian Para Games lalu, sama nilainya dengan yang diberikan pada atlit peraih medali di Asian Games ke-18.

Pada even Asian Para Games yang berlangsung di Jakarta, 6 sampai 13 Oktober lalu, atlet-atlet difabel Indonesia berhasil masuk ranking ke-lima dengan 37 perolehan medali emas.

Atlit yang meraih medali emas mendapatkan bonus Rp1,5 milyar, medali perak Rp 500 juta dan perunggu Rp250 juta, sama jumlahnya dengan atlit peraih medali emas di Asian Games.

- Advertisement -