Asa Damai di Yaman

17 views
sebanyak 4,5 juta dari 29 penduduk Yaman terutama anak-anak mengalami kelaparan akibat perang berkepanjangan antara milisi Houthi melawan rezim Presiden Abdurrabuh Mansour Hadi yang meminta perlindungan di Arab Saudi.
- Advertisement -

PIHAK-pihak yang terlibat pertikaian berdarah di Yaman sejak 2014 bersedia melangkah ke meja perundingan di Stockholm, Swedia, walau sejumlah pengamat pesimistis, pertemuan bakal mampu membuahkan perdamaian.

Delegasi kelompok Houthi yang sekarang menjadi penguasa de-fakto di Yaman sudah tiba di Stockholm (4/12), sementara lawannya, delegasi rezim Presiden dalam pengasingan Abdurrabuh Mansour Hadi dilaporkan sudah berangkat dari Riyadh, Arab Saudi.

Delegasi Hadi memang sengaja menunggu dulu kepastian kehadiran delegasi Houthi sebelum memutuskan untuk hadir dalam pertemuan itu.Pimpinan delegasi milisi Houthi, Mohammed Abdelsalam berjanji, pihaknya bertekad menyukseskan pertemuan itu dan juga menghentikan agresi (Arab Saudi-red).

Milisi Houthi merebut ibukota Yaman, Sanaa pada 2015 dari tangan pasukan pemerintah Hadi, termasuk pelabuhan satu-satunya Hudaidah yang sangat strategis karena menjadi pintu masuk laut 80 persen impor negara itu.

Pasukan koalisi Saudi didukung kekuatan udaranya, berulang kali membombardir Hudaidah, namun sampai hari ini belum berhasil mendudukinya, padahal korban jiwa cukup besar. Paling tidak, pada November lalu saja, 1.500 warga sipil tewas , sedangkan 150.000 orang mengungsi

Sebelumnya, pada September lalu, prakarsa dialog juga dilakukan di Swiss, namun gagal karena ketidak hadiran wakil-wakil Houthi dengan alasan tidak ada jaminan keamanan bagi mereka dari masyarakat internasional.

Sejumlah pihak juga merasa skeptis pertemuan kali ini akan membuahkan hasil yang signifikan, namun paling tidak sedikit akan meredakan ketegangan untuk memulai proses politik.

Intelektual Yaman, Hisham al-Omeisy juga merasa sangsi akan keberhasilan pertemuan kali ini. “Lebih baik (ada pertemuan-red) ketimbang tidak sama sekali, tetapi tidak banyak (hasilnya-red), “ ujarnya.

Signal positif juga muncul menjelang pertemuan, seperti janji kedua belah pihak untuk membebaskan tawanan mereka. Milisi Houthi akan membebaskan orang terdekat Presiden Hadi yang ditahannya yakni mantan Menhan Mahmoud al-Subaihi dan petinggi intelijen, Jenderal Nasser, sebaliknya pihak Hadi berjanji akan membebaskan 1.500 milisi Houthi

- Advertisement -