Asa Damai di Yaman

47 views
- Advertisement -

Yang paling menderita akibat konflik berkepanjangan itu tentu saja warga sipil, bahkan menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), 8,4 juta dari 29 juta penduduk Yaman mengalami kelaparan akibat blokade ke akses pelabuhan Hudaidah sehingga melambungkan harga BBM di luar jangkauan daya beli rakyat.

Belasan ribu warga sipil terutama anak-anak tewas akibat terjebak di tengah konflik bersenjata, kelaparan atau terkena penyakit akibat fasilitas kesehatan yang porak-poranda.
“Elit saling berebut kekuasaan, rakyat menjadi korban di tengahnya” (AP/AFP/Reuters,NS)

Tragedi Yaman: 11,9 Juta Orang Kelaparan
CAMPUR tangan internasional untuk segera mencarikan solusi perang sipil berlarut-larut yang berkecamuk di Yaman dan mengakibatkan jutaan penduduk terutama anak-anak terancam kematian akibat kurang gizi dan kelaparan diperlukan.
Nada putus asa bahkan diteriakkan oleh Badan Pangan PBB (WHO) yang menyebutkan, sudah tidak ada waktu lagi bagi lembaga-lembaga kemanusiaan internasional untuk menyelamatkan warga Yaman dari bencana kelaparan.
dan BBM. Menurut laporan teranyar WHO, sebanyak 8,4 juta dari 29 juta penduduk Yaman mengalami kelaparan, bahkan jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah 3,5 juta orang lagi menyusul anjloknya mata uang negara itu sehingga melambungkan harga sembako
Lembaga sosial dan kemanusiaan yang bermarkas di London, Save the Childern – SC (19/9) bahkan mengingatkan, seluruhnya satu generasi bangsa Yaman sedang diambang kemusnahan akibat bencana kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Berdasarkan hasil indentifikasi SC, dari catatan sebelumnya, ada 4,2 juta anak-anak di Yaman mengalami kelaparan, sehingga ditambah korban baru sekitar satu juta anak-anak lagi akibat kenaikan harga sembako dan BBM, total 5,2 juta anak-anak menderita kelaparan.
Konflik berdarah di Yaman antara milisi Houthi dan loyalis rezim petahana pimpinan Presiden Abdurrabuhh Mansour Hadi telah berkecamuk sejak 2015 dan semakin parah setelah intervensi koalisi Arab Saudi dan UEA yang berada di belakang Hadi dan milisi Hisbullah Iran yang mendukung Houthi.
Sejumlah upaya damai dilakukan PBB sejak 2015 semua berujung kegagalan, termasuk perundingan resmi yang digelar antara pimpinan Houthi dan rezim Mansour Hadi di Kuwait pada 2016 dan yang terakhir perundingan di Jenewa awal September lalu.
PBB menawarkan tiga draft solusi yakni gencatan senjata menyeluruh berupa penghentian serangan rudal ke wilayah Arab Saudi oleh Houthi, pembentukan pemerintah transisi menyertakan Houthi dan penyerahan seluruh senjata termasuk rudal balistik.
Tercatat 10,000 korban tewas selama konflik Yaman, sebagin besar warga sipil termasuk anak-anak, sementara bantuan internasional sulit masuk karena akses melalui pelabuhan satu-satunya, Hodeida menghadap Laut Merah yang dikuasai Houthi tertutup akibat blokade Saudi dan UEA .
Akibat blokade koalisi Arab tersebut, 80 persen impor Yaman dan bantuan kemanusian tidak bisa masuk melalui pelabuhan Hodeida yang menjadi ajang pertempuran dan diperebutkan oleh pihak-pihak yang bertikai.
Selain terancam kematian akibat kelaparan, penduduk Yaman terutama anak-anak dan kaum perempuan juga bisa jadi korban bom atau terkena peluru nyasar, terjebak di tengah pertempuran.
SOS… komunitas internasional harus segera turun tangan menyelamatkan Yaman dari angkara murka peperangan dan kelaparan. (AFP/AP/NS)

- Advertisement -