Beasiswa Yayasan “Super Semar”

38 views
Beasiswa Super Semar telah meningkatkan harkat anak bangsa. Tapi kin jadi ,masalah.
- Advertisement -

 

          BANYAK pemimpin atau orang besar di negeri ini, bisa menyelesaikan pendidikannya berkat bea siswa Yayasan “Super Semar” (YSS). Tapi karena Pak Harto selaku pendiri kemudian menyelewengkan sebagian dana itu untuk pengusaha dan tak pernah kembali, pemerintah pasca Orde Baru pun menggugatnya. Berdasarkan putusan Pengadilan, YSS untuk nilai sekarang harus kembalikan ke negara Rp 4,4 triliun. Lantaran tak mampu, kini aset miliknya disita dan rekening banknya diblokir.Maka sejak 2 tahun lalu pelajar-mahasiswa penerima beasiswa YSS terlantar jadinya..

Sebetulnya YSS itu milik pribadi Pak Harto atau milik negara? Musti dilihat dulu akte pendiriannya di notaris dulu. Atas nama pribadi Soeharto, atau Presiden Soeharto? Jika atas nama pribadi, tak ada urusan dengan pemerintah, dengan kata lain negara tak bisa mencampuri. Tapi kemungkinan besar atas nama Presiden Soeharto. Logikanya, jika nama pribadi, mana bisa Pak Harto menekan BUMN untuk menyerahkan 5 % keuntungannya kepada YSS. Dan para BUMN itupun takkan mau memberikan uangnya gratis kepada pribadi Pak Harto.

Tujuan pendirian YSS memang mulia, untuk membantu pendidikan pelajar-mahasiswa pintar dari kalangan keluarga tidak mampu. Sebab tidak semua anak pintar, orangtuanya juga pintar cari duit. Tapi dengan beasiswa YSS si anak bisa menyelesaikan pendidikannnya. Insya Allah akan terjamin kesejahteraannya di masa depan, sukur-sukur menjadi tokoh penting, ikut mengatur jalannya pemerintahan.

Alhamdulillah, dari penerima beasiswa YSS sepertinya tak ada yang “balung kere” alias bakat jadi si miskin. Mereka banyak yang menjadi orang sukses, bahkan jadi orang besar. Contohnya Prof. Dr. Mahfud MD, dia adalah penerima beasiswa YSS, yang kemudian menjadi Menteri Pertahanan, Guru Besar UII, Ketua MK bahkan pernah jadi kandidat Cawapres kubu Jokowi.

- Advertisement -