SESAJI RAJA SINGA

147 views
Setyaki marah, raja Prabu Singamulangjaya caplok namanya tanpa izin dan bayar royalti.
- Advertisement -

SIANG itu banyak petinggi negara berkumpul di kerajaan Dwarawati. Ada Prabu Puntadewa dari Ngamarta, Prabu Baladewa dari Mandura, Prabu Mastwapati dari Wirata, termasuk juga Prabu Duryudana dari Ngastina. Adakah mereka mau menghadiri reuni 212 di Monas, atau sekedar mau kordinasi Timses perang Baratayuda?

Ternyata bukan, dan ini lebih penting dari semua itu, karena menyangkut keselamatan jiwa para pemimpin negri tersebut. Mereka semua minta perlindungan kepada Prabu Kresna, sehubungan dengan ancaman Prabu Singa Mulangjaya dari negeri Tunjung Baribin. Dalam surat elektronik (email) yang dikirimkan kepada masing-masing raja tersebut, cepat atau lambat mereka akan “diambil” untuk selanjutnya dijadikan bekakak atau tumbal persembahan kepada Betara Kala.

“Memangnya tak ada lagi senapati-senapati negara yang siap membela kedaulatan dan kehormatan raja?” Tanya Prabu Kresna agak keheran-heranan.

“Wah, sudah nggak ada lagi. Banyak senapati yang kabur ke Tunjung Baribin, menjadi “kutu loncat” demi gaji Rp 5-10 M setahun. Di sana bini kedua sampai empat dapat tunjangan penuh,” jawab Prabu Matswapati, yang juga diamini oleh Prabu Puntadewa, Duryudana, dan Prabu Baladewa.

Sebetulnya Prabu Kresna masih capek, karena habis blusukan ke pasar-pasar seluruh Dwarawati selama 10 hari, untuk menyerap aspirasi rakyat sekaligus memastikan bahwa harga-harga masuh normal. Uang Rp 50.000,- masih bisa buat beli macem-macem. Bahkan kalau ke toilet, uang tersebut masih bisa untuk kencing 25 kali.

Tapi demi solidaritas antarnegeri wayang, semua keluhan dari Wirata hingga Ngamarta semua ditampung. Sebab selama ini Prabu Kresna memang dikenal sebagai tokoh paling bijak, meski tidak taat bayar pajak. Karena banyak tanah kapling miliknya yang PBB-nya nunggak.

Prabu Kresna segera buka Kaca Paesan yang punya link ke Mbah Google. Ternyata tak ditemukan informasi latar belakang dari semua peristiwa ini. Tapi baru saja

- Advertisement -