SESAJI RAJA SINGA

190 views
- Advertisement -

“Betara Surya memang paling-paling. Perempuan Kunti, doyan. Duit juga doyan.” Gumam Prabu Kresna dan langsung meluncur ke Tunjung Baribin, bergabung dengan Semar.

“Duit sih, cuma ayam yang nggak doyan.” Komentar Betara Penyarikan.

Ternyata di Tunjung Baribin Semar sedang memaki-maki Prabu Singa Mulangjaya yang ternyata penjelmaan Betari Durga. Demikian takutnya penguasa Pasetran Gandamayit ini, begitu melihat Semar langsung berubah wujud. Maklum, daripada kena kentut Semar yang efeknya setara penyakit AIDS, mendingan nyerah saja deh.

“Kamu memang dewa kurang kerjaan, ada-ada saja otak pokilmu. Sekarang saya minta tanggungjawab, Setyaki harus kamu hidupkan lagi. Kalau tidak, awas!” ancam Semar.

“Kali ini sory Kakang Semar, dia sudah mati lebih dari 5 jam lalu, jadi susah ditarik kembali nyawanya. Sudah didelet langsung oleh Yamadipati.” Betari Durga beralasan.

Untung saja tak lama kemudian datang Prabu Kresna. Raja Dwarawati ini memang setengah dewa, sehingga lewat pusaka Kembang Cangkok Wijayamulya, Setyaki dengan cepat bisa dihidupkan kembali. Betara Yamadipati sendiri tak berkutik jika sudah berhadapan dengan Kresna.

“Dimas Setyaki, bangun, bangun, terus mandi, jangan lupa menggosok gigi, ya.” Kata Kresna sambil membangunkan Setyaki.

“Ya, ya, habis mandi kugolong ibu, membersihkan tempat tidurku,” jawab Setyaki, teringat jaman sekolah di TK dulu. (Ki Guna Watoncarita)

 

- Advertisement -