Trump Ngotot Bela Pangeran Salman

46 views
Presiden AS Donald Trump tetap membela Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman, walau semakin santer dugaaan bawa ia terlibat pembunuhan wartawan senior, the Washington Post Jamal Khashoggi.
- Advertisement -

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump tetap mendukung Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) walau dugaan keterlibatan putera mahkota Arab Saudi itu dalam pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi semakin santer.

Dalam wawancara ekslusif dengan Reuters (11/12) Trump terang-terang membela MBS, dengan alasan ia adalah putera mahkota Arab Saudi, negara mitra startegis dan penting bagi AS.

“Ya, saat ini pasti, “ kata Trump dengan tegas ketika didesak pertanyaan tentang apakah keberpihakannya pada Arab Saudi (otomatis-red) juga berarti ia juga berada di belakang MBS.

Menanggapi bahwa di kalangan istana Saudi sendiri juga sudah ada gerakan untuk mencegah agar MBS tidak diangkat menjadi raja, Trump mengatakan bahwa ia belum mendengar isu itu, dan tetap yakin, kedudukan MBS masih sangat kuat.

Fraksi Republik di Senat AS mengecam keras sikap Trump yang tetap bergeming terhadap sejumlah bukti-bukti yang menjurus pada keterlibatan MBS dalam pembunuhan terhadap wartawan The Washington Post bekewarganegaraan Arab Saudi itu.

Berdasarkan sejumlah barang bukti yang dikumpulkan oleh pihak Turki dan AS dan dari keputusan Arab Saudi memecat 17 aparat intelijennya, wartawan yang kritis terhadap kalangan istana termasuk MBS itu telah dibantai di kantor konsulat Saudi di Istanbul, 2 Oktober lalu.

Rekaman sebagian wajah tim intelijen yang langsung didatangkan dari Riyadh dan dipastikan berada di gedung konsulat Saudi di Istanbul pada hari kejadian dan diterbangkan kembali ke Saudi pada hari yang sama dilaporkan ada di tangan dinas rahasia Turki.

Rekaman percakapan antara MBS dengan anggota tim, juga dengan konsul jenderal Arab Saudi di Istanbul, DNA korban dan larutan kimia yang diduga digunakan untuk menghilangkan jejak setelah korban dimutilasi kabarnya juga diperoleh dinas rahasia Turki.

- Advertisement -