Ribuan WNI Dipulangkan dengan Program Amnesty Saudi

1.895 views
Ilustrasi
- Advertisement -

JAKARTA – Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengungkapkan Pemerintah Saudi memulangkan 5.000 dan 6.000 warga negara Indonesia (WNI) yang menggunakan visa umrah.

Program amnesty Pemerintah Saudi itu dilakukan pada 2016 dan 2017 terhadap WNI yang bekerja menggunakan visa umrah.

Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Jumat (14/12/2018) mengatakan  mengatakan Ditjen Imigrasi tidak memiliki data ihwal berapa lama WNI pemegang visa umrah itu berada di Saudi. Dia menyebut, data itu ada di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). “(Program amnesty) ditangkap sama Kerajaaan, kemudian dideportasikan,” ujar dia.

Sementara pada 2018, Pemerintah Saudi belum memberikan program amnesty memulangkan WNI pemegang visa umrah yang bekerja. Dia mendorong setiap biro perjalanan umrah maupun ziarah benar-benar mengawasi kegiatan WNI itu di Saudi. Dengan demikian, Ditjen Imigrasi mudah memberikan paspor.

“Kita minta rekomendasi benar-benar (bahwa calon jamaah itu akan ibadah). Karena kita takut dia melaksanakan umrah sebagai modus operandi untuk bekerja,” kata Ronny.

Terkait adanya jamaah umrah yang tak kembali, Ronny mengatakan berdasarkan pengakuan biro perjalanan, mereka juga tak berdaya mencari jamaah yang tak kembali itu. Bisanya, biro perjalanan langsung melapor ke Konjen KJRI Jeddah agar berkoordinasi dengan pihak terkait Kerajaan.

“Misalnya kurang lima (dari jumlah yang berangkat). Kita tanya lagi ke atase kita di sana, cek nama-nama yang tak pulang, bisa dicari atau tidak,” ujar dia.

Berdasarkan data Imigrasi di Saudi, Kedubes Saudi di Indonesia mengeluarkan 755 ribu visa umrah pada 2015, 850 ribu visa umrah pada 2016, dan 1.005.806 visa umrah pada 2017. Sementara data 2018, belum final karena musim umrah masih berlangung.

- Advertisement -