Menerka, “Ending” Kematian Khashoggi

49 views
Demo d Washington DC, 8 Oktober lalu untuk menunjukkan empati atas hilangnya wartawan senior Jamal Khashoggi di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul 2 Okt. lalu, Empati pada Khashoggi juga bermunculan dari berbagai komunitas dunia.
- Advertisement -

ARWAH Jamal Khashogi mungkin saat ini sudah tenang berada di alam barzah, namun misteri kematiannya masih menjadi misteri, siapa yang memerintahkan, siapa pelakunya, dengan cara apa ia dihabisi dan kemana jasadnya dibuang?

PEMERINTAH Arab Saudi mengecam pernyataan senat Amerika Serikat tentang keterlibatan Putera Mahkota Pangeran Mohhammed bin Salman (MBS) dalam kasus pembantaian wartawan senior Jamal Khashoggi.

Pemerintah Saudi menilai, pernyataan tersebut sebagai campur tangan persoalan internal mereka, walau tetap ingin melanjutkan komitmen hubungan kedua negara dengan menyebutkan senat AS sebagai: badan legislatif sekutu yang terhormat dan pemerintah yang bersahabat”.

Presiden AS Donald Trump sendiri di berbagai kesempatan menyatakan dukungannya pada MBS walau keterlibatan putera mahkota Arab Saudi idalam pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi semakin santer.

Dalam wawancara ekslusif dengan Reuters (11/12) Trump terang-terang membela MBS, dengan alasan ia adalah putera mahkota Arab Saudi, negara mitra startegis dan penting bagi AS.

Keengganan Trump untuk bersikap keras terhadap Saudi diduga karena Saudi merupakan salah satu mitra utama AS, tercermin dari nilai kontrak penjualan senjata AS pada 2017 sebesar 110 milyar dollar AS atau sekitar Rp1.600 triliun.
Sebaliknya Direktur Dinas Rahasi AS (CIA) Gina Haspel juga sudah memastikan, berdasarkan bukti-bukti yang dimilikinya, MBS lah yang memerintahkan menghabisi Khashoggi.

Kontroversi kematian Khashoggi terus berlanjut sejak ia raib saat berada di gedung konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober lalu. Sejumlah bukti menunjukkan, wartawan the Washington Post berkebangsaan Saudi yang kritis terhadap kalangan istana itu dibantai dan dimutilasi atas perintah “boss” di Riyadh.

Awalnya, rezim Saudi menampik keterlibatan mereka atas kematian Khashoggi, namun setelah terpojok, mengakui Khashoggi ewas saat berada di gedung konsulat di Istanbul akibat perkelahian. Belasan orang diduga algojo yang didatangkan dari Riyadh untuk mengeksekusi korban, sebagian juga sudah ditangkap dan dipecat.

- Advertisement -