Saat Orang Katolik Kembangkan Ekonomi Syariah

38 views
Dr. Aris Alip bersama Parni Hadi
- Advertisement -

Obrolan yang sangat hangat terjadi antara dua filantropis, Parni Hadi dan Jaime Aristotle b. Alip. Parni adalah inisiator, pendiri, dan pembina Dompet Dhuafa, organisasi filantropi Islam terbesar di Indonesia. Sedangkan Alip—demikian ia akrab disapa—merupakan pendiri Center for Agriculture and Rural Devleopment Mutually Reinforcing Institutions (CARD MRI), lembaga yang concern dengan pembangunan masyarakat pedesaan di Filipina.

Sebagai seorang filantropis, tentu saja topik pembicaraan keduanya menyangkut masalah orang kecil dan orang miskin. Namun, yang menarik dari perbincangan santai mereka adalah tentang cara bagaimana membantu orang kecil dan orang miskin itu. Alip yang beragama Katolik, setahun belakangan ini sangat giat mengembangkan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) di Filipina untuk membantu masyarakat kecil di sana.

“Saya adalah Katolik, namun saya memiliki banyak keluarga Muslim. Leluhur saya pun Muslim dari Mindanau. Nama Alip adalah salah satu ciri nama Islam,” ujarnya menjelaskan salah satu motif mengapa ia tertarik dengan ekonomi syariah.

Parni langsung menimpali, “Perbedaan agama tak menghalangi kita untuk bersaudara dan berbagi. Saya adalah saudara anda,” tegasnya.

Alip melanjutkan, ia ingin mengembangkan LKMS di kawasan rural, khususnya di Mindanao Selatan, daerah populasi Muslim terbesar di Filipina, untuk mengangkat harkat hidup masyarakat di sana karena banyak di antara mereka yang masih miskin. “Saat ini kami sudah membuka 12 unit kantor LKMS di sana, dengan 6.000 anggota,” jelasnya. Alip menargetkan 1 juta orang menjadi klien LKMS yang ia bentuk dalam tiga tahun mendatang.

Alip sebelumnya telah memiliki 21 lembaga, yang ia sebut mutually reinforcing institutions  di Filipina. Sebagian besar di antaranya bergerak di bidang keuangan, mulai dari bank, lembaga keuangan mikro, asuransi dan asuransi mikro, lembaga pembiayaan (leasing), rumah sakit, travel, perusahaan teknologi, hingga properti.

- Advertisement -