Ini Tahapan Tsunami Selat Sunda Menurut BMKG

272 views
- Advertisement -

BANTEN – Pukul 21.00, Jumat (21/12/2018), BMKG sudah megumumkan Erupsi anak gunung Krakatau, Pukul 7.00 Wib, Sabtu, 22 Desember 2018 mengumumkan potensi gelombang tinggi karena bulan purnama dan pengaruh erupsi.

Lalu di tanggal 22 Desember. Pukul 9 s.d 13.00 WIB, tim BMKG turun ke perairan Selat Sunda melakukan pantauan langsung, terjadi hujan lebat dan angin kencang. Tim kembali ke darat.

Sekitar Pukul 21.03 WIB, Anak Krakatau erupsi lagi, sekitar 21.07 WIB kembali terekam oleh BMKG ada kenaikan air laut. Tim BMKG melakukan analisa menduga gelombang naik akibat bulan purnama.

Setelah dilakukan kajian mendalam, ternyata gelombang itu diduga karena Tsunami yang prilaku gelombangnya sama dengan tsunami di Palu. Pihak BMKG segera melakukan koordinasi.

“Kami belum memastikan tsunami karena tidak ada gejala tektonik atau gempa yang meicu tsunami. Kami masih perlu melihat kalau sudah terang, saat ini malam gelap, apakah tsunami ini dipicu oleh longsor,” jelas Kepala BMKG, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D dalam jumpa pers, Ahad dini hari (23/12/2018).

Dilanjutkannya, tsunami terpantau sampai ke Lampung, Pandeglang dan Cilegon. Artinya energinya cukup kuat, warga dihimbau jangan berada di pantai Selat Sunda sampai ada kajian yang lebih pasti.

- Advertisement -