Sada Tertatih Meminta Pertolongan Dokter

65 views
PERIKSA - Sada,55, sedang diperiksa oleh dr. Haswan di Pos Pelayan Medis Dompet Dhuafa di Way Muli, Rajabasa, Lampung Selatan. Foto: Maifil/KBK
- Advertisement -

WAY MULI – Sada, 55, digandeng isterinya mendatangi Pos Medis Dompet Dhuafa di Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Jalan Sada terlihat tidak normal, ia tertatih, satu demi satu dengan langkah berat menaiki tangga menuju tempat pelayanan medis yang dibuka Dompet Dhuafa di teras rumah seorang warga yang baik hati.

Di kaki Sada terlihat banyak lecet, bekas luka-luka gores. Kepada Dokter Haswan, Relawan Dompet Dhuafa ia mengeluhkan kakinya yang sakit dan matanya yang tidak bisa melihat dengan jelas. Ia mengaku ketika tsunami Selat Sunda menerjang rumahnya, 22 Desember 2018 lalu, ia sedang menonton tv bersama isterinya. Anaknya yang masih bujang sedang tidak di rumah, menikmati malam mingguan.

“Tiba-tiba air masuk rumah, mendobrak jendela dan pintu. Isteri saya tersadar kalau ini tidak biasa ia segera menarik saya untuk keluar melalui pintu belakang. Pintu depan rumah sudah tidak bisa dilalui. Di lihat di luar sudah sepi, warga yang lain sudah duluan kabur. Saya dan isteri tertinggal berdua berlari ke belakang rumah dan mendaki bukit sambil terseok-seok,” kisahnya.

Kecemasan terhadap ancaman maut, membuat Sada mengerahkan seluruh tenaga yang dia punya, ditambah dorongan ucapan isteri yang terus menyebut nama Allah dan menyeret tangan Sada sekuat-kuatnya. Alhamdulillah, Sada dan isteri selamat sampai di bukit, ia meninggalkan rumahnya yang hancur diterjang tsunami.

Kini 4 hari tsunami berlalu, (26/12/2018) beruntung Dompet Dhuafa membuka Pos Medis tidak jauh dari rumahnya yang kini masih dipenuhi puing kayu dan sampah yang dibawa arus tsunami.

Ia sementara tinggal di rumah adiknya yang tidak jauh dari rumahnya. Kebetulan kerusakan rumah adiknya tidak separah rumahnya. Tapi kalau malam hari, Sada dan warga Way Muli masih naik ke atas bukit untuk mengungsi, mereka masih trauma tsunami akan kembali karena Gunung Anak Krakatau masih belum berhenti erupsi.

- Advertisement -