Sujat Selamat karena Memanjat Pohon Terdekat

84 views
RAWAT LUKA - Sujat, 73, sedang merawat luka karena tsunami Selat Sunda di Pos Medis Dompet Dhuafa, Way Muli, Rajabasa, Lampung. Foto: Maifil/KBK
- Advertisement -

WAY MULI – Kisah pilu dialami Sujat, 73, berjuang menyelamatkan diri dari hantaman Tsunami Selat Sunda yang datang tiba-tiba. Ketika itu ia dengan keluarga sedang santai di depan televisi, menonton pertandingan voli sambil menyeruput segelas kopi dengan camilan roti.

Sabtu (22/12/2018) sekira Pukul 21.30 WIB, air laut mendobrak rumahnya yang berada di pinggir pantai, serta merta melemparkan isteri dan anak lelakinya jauh ke depan. Ia sendiri, kaki kanannya terhimpit oleh dinding tembok, ia berusaha menarik kakinya untuk keluar dari himpitan itu dengan sekuat tenaga.

Upayanya itu membuat kakinya luka gores yang cukup menganga. Setelah kakinya terlepas, ia berusaha berenang ke permukaan air deras yang penuh puing.

Alhamdulillah ia sudah sampai di atas atap. rumahnya terlihat sudah doyong sudah tidak berbentuk dan dipenuhi air. Kemudian ia berusaha menggapai pohon terdekat, yaitunya pohon jambu yang tidak jauh dari tempat ia semula.

Ia melihat pucuk pokok jambu itu belum terkena air. Ia berusaha naik terus ke bagian pucuk. Tidak lama pertolongan datang, keponakannya dan beberapa warga berusaha meraih Sujat dan menggotongnya ke luar dari arus. Berhasil mendapatkan Sujat, mereka terus menggapai bukit, tempat aman.

Malam berlalu dengan rasa syukur, rasa sakit dari lukanya tidak ia hiraukan, ia hanya berusaha mengobati dengan seadanya, membalut luka itu dengan kain agar darahnya tidak terus mengalir. Ia senang karena hampir saja tsunami Selat Sunda yang ganas itu merenggut nyawanya. Dan ia hampir saja kehilangan isteri dan anaknya yang baru duduk di kelas 3 SD.

“Alhamdulillah keluarga saya selamat,” ucap Sujat, warga Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Propinsi Lampung ini.

Esok harinya, ketika situasi sudah agak reda. Sujat dilarikan keluarganya ke rumah sakit terdekat. Lukanya dirawat, ia mendapatkan banyak luka yang menganga. Tim medis di rumah sakit menjahit semua lukanya yang banya terdapat di bagian kaki kanan dan kirinya. Hari itu juga Sujat sudah boleh pulang oleh dokter rumah sakit.

Empat hari setelahnya, Rabu (26/12/2018) dengan sepeda motor dan tongkat kruk, Sujat diboncengi anak sulungnya yang segera kembali dari Jawa, mendatangi Pos Medis Dompet Dhuafa yang tidak jauh dari bekas rumahnya. Sujat sementara tinggal di atas bukit dengan tenda seadanya.

Relawan Dokter Dompet Dhuafa merawat luka Sujat, membersihkannya dari infeksi kemudian ditutup dengan perban. “Sekali dua hari dibersihkan.Ya, Pak. Dan diminum obatnya,” jelas dr. Haswan.

- Advertisement -