Lewati Kebun dan Semak Belukar, Tim Medis Dompet Dhuafa Rawat Luka Penyintas

40 views
dr. Haswan mendaki bukit untuk menemui penyintas tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan yang luka. Foto: Maifil/KBK
- Advertisement -

WAY MULI – Melewati perkebunan dan semak-semak belukar, Tim Medis Dompet Dhuafa tak menyerah mendaki bukit Way Muli, untuk menghampiri penyintas yang bertahan di pondok-pondok kebun masing-masing.

Tadinya rumah-rumah mereka ada di pinggir pantai, karena dilanda tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018), rumah mereka hancur tak tersisa. Untung nyawa masih di badan, ia masih bisa menyelamatkan diri ke atas bukit Way Muli.

Tinggal di Pondok di atas bukit, dengan kaki yang luka. Sulit mendapatkan pertolongan medis untuk perawatan luka. Mereka tidak bisa berjalan karena luka yang mengenai kakinya yang didapat saat melarikan diri diterjang tsunami itu.

Luka gores dan luka menganga tidak mereka hiraukan lagi, yang penting mereka kabur menyelamatkan diri. Setelah sampai di atas bukit barulah mereka sadar kalau mereka sudah terluka.

Banyak yang terluka saat melarikan diri, karena mereka kaget dengan bencana yang datang tiba-tiba. Bahkan ada juga korban nyawa karena sudah tak bisa lagi menghindari bahaya.

Setelah Dompet Dhuafa membuka Pos Medis di Way Muli, mendapat informasi dari masyarakat bahwa banyak penyintas yang terluka yang tidak bisa berobat ke Pos Medis yang dibuka Dompet Dhuafa di rumah Haeruddin, di Dusun 2 Desa Way Muli Induk. Lalu, dr. Haswan, Relawan Dompet Dhuafa yang bertugas di Pos Medis segera meresponnya.

Sesampai dipuncak ditemuilah Ahmad Yusuf, 22 tahun; Supriani, 17 tahun dan Syahrul Gunawan, 15 tahun, sedang terbaring di pondok itu. Ketiganya kakak beradik yang menjadi saksi keganasan tsunami itu. Kaki Ahmad Yusuf terluka lebar dan sudah infeksi, sedangkan Supriani dan Syahrul Gunawan hanya mendapatkan luka kecil dan goresan.

“Di saat tsunami datang menerjang rumah kami, saya sudah lari keluar. Tetapi ingat adik, saya kembali ke dalam untuk menyelamatkan dua adik saya. Nah saya tarik keduanya keluar dari himpitan kayu-kayu dinding rumah yang menghimpitnya,” kisah Ahmad Yusuf kepada KBK yang menghampirinya.

Dokter Haswan memembersihkan luka Ahmad Yusuf dan 2 adiknya. Yang luka terbuka diberi perban dan yang tidak terbuka diberikan salep. Dokter juga meninggalkan obat minum, untuk membantu kesembuhan 3 bersaudara ini.

Usai dari rumah Ahmad Yusuf, dr. Haswan melanjutkan perjalanan menggapai rumah Masjari, 30 tahun yang tidak jauh dari rumah Yusuf bersaudara ini. Di rumah Masjari yang terluka adalah isterinya Sumiati, 24, yang terkena luka mengaga di tangan dan di kakinya. Luka itu sudah infeksi. Ia meringis kesakitan ketika lukanya dibersihkan dokter dan diberi obat. Sementara anaknya Kasbah,6, terus menangis karena luka gores yang banyak mentatto kakinya.

Ketika kejadian, pengakuan Masjari, ia sedang di laut agak berjarak dari rumahnya. Ia sedang mencari cumi. Untung ia selamat, meskipun dihanyutkan ombak besar yang datang tiba-tiba. Sementara isteri dan anaknya yang sedang berada di rumah diselamatkan oleh mertua Masjari.

Untuk kesembuhan isteri dan anaknya — yang kedua-duanya tidak bisa berjalan– dr. Haswan dari Dompet Dhuafa berjanji akan selalu membesuk dan merawat luka itu selama Pos Kesehatan Dompet Dhuafa masih dibuka di Way Muli.

- Advertisement -