SARJOKESUMA KRAMA

162 views
Sarjokesumo kaget, mau kawin dengan Antiwati kok malah dapatnya Limbuk yang anti kasur.
- Advertisement -

 

          TAMPANGNYA sih culun bin lholak-lholok, tapi karena dia putra raja Ngastina, nama Sarjokesuma demikian beken di jagad perwayangan. Semua pejabat dan politisi sangat hormat padanya, lantaran dia juga bisa bikin merah-birunya nasib mereka. Paling hebat, meski sekolahnya di Universitas Ngatasangin tak selesai, dia dijadikan penasehat Partai Ngastina Makmur (PNM), bentukan ayahnya.  Kartomarmo selaku ketua umumnya tahu persis kwalitas Sarjokesuma ini, namun demi mangun karyenak tyas sang rama (menyenangkan sang ayah), dipaksakan juga.

“Anak kemarin sore kok jadi penasehat partai, yok apa se (bagaimana ini),” kritik Durmogati yang sekjen PNM.

“Sst, kayak nggak tahu saja kamu. Ini kan demi kelanggengan kita bersama. Dia itu tokoh strategis, meski sebetulnya tidak logis,” terang Kartomarmo sang Ketum PNM.

Begitulah, Sarjokesuma demikian ngetop karena figur Prabu Duryudana ayahnya. Sebagai makhluk homo sapiens, si Sarjo memang bukan homo. Buktinya dia ingin menikahi Dewi Antiwati putri patih Ngastina, Haryo Sengkuni. Maklum, meski tampang orang nomer dua di Ngastina ini nggak ketulungan, putri tunggalnya dikenal sangat cantik, sekel nan cemekel (enak dipegang). Kalangan politisi Ngastina pun mengatakan, jika Sarjokesuma berhasil kawin dengan Antiwati, koalisi PNM dengan Partai Plasajenar Sejahtera (PPS) semakin mesra hingga 2019.

Patih Sengkuni memang juga Ketua Umum PPS, sesusai dengan omongannya yang sering pepesan kosong. Tapi bagaimana lagi, itulah resiko politisi poligami jabatan. Sudah jadi patih, eh masih mau saja merangkap jadi Ketum partai. Akibatnya ya itu tadi, sebagai patih nggak maksimal, sebagai ketua partai juga tidak total. Tapi nggak apalah, yang penting kan jadi tambah kapital.

“Benarkah Sarjokesuma naksir anak kita?” istri Haryo Suman mencoba klarifikasi pada suami.

- Advertisement -