Bangladesh: Petahana Menang Oposisi Meradang

14 views
Partai Liga Awami pengusung PM petahana Bangladesh Hasina Wazed memenangi pemilu ketiga kalinya dengan nyaris menyapu bersih 287 dari 298 kursi di parlemen dalam pemilu diwarnai kekerasan yang menewaskan 27 orang, Minggu lalu (30/12)
- Advertisement -

PARTAI Liga Awami pengusung PM petahana Bangladesh, Hasina Wazed, memenangi pemilu yang digelar, Minggu, 30 Desember dengan meraih 287 dari total 298 kursi yang diperebutkan di parlemen.

Namun Keputusan Komisi Pemilu itu ditolak oleh partai oposisi terbesar Bangladesh, Partai Nasionalis Bangladesh ( BNP) hanya hanya mampu meraup enam persen suara karena dinilai telah terjadi kecurangan dalam pemungutan suara.

Dengan kemenangan Liga Awami kali ini berarti PM Hasina yang juga putea sulung pendiri dan PM pertama dan pendiri negeri itu Sheikh, Mujibur Rahman untuk ketiga kalinya akan memimpin Bangladesh.

Hasina dinilai oleh para pendukungnya telah berhasil meningkatkan kondisi perekonomian negara dan mempromosikan pembangunan, namun pada saat yang sama, ia juga dituduh telah melakukan pelanggaran HAM dan menekan media.

Dalam periode pemerintahannya yang ketiga, Hasina dihadapkan pada tuntutan menaikkan upah minimum karyawan yang banyak bekerja di industri garmen. Bangladesh dikenal memiliki industri garmen terbesar kedua di dunia setelah Cina.

Ekonomi Bangladesh tumbuh 7,8persen pada periode 2017 hingga 2018, dibandingkan 5,1 persen saat Hasina mengambilalih kekuasaan dari pejabat PM (care taker) Fakhrudin Ahmed pada 2008 – 2009.

Ketua partai oposisi, Kamal Hossain mengatakan BNP telah beraliansi dengan Front Persatuan Nasional, menyerukan pada Komisi Pemilu untuk melakukan perhitungan suara ulang secepatnya di bawah lembaga netral karena perhitungan suara dinilai cacat.

Pemilu kali ini juga diwarnai kericuhan yang menyebabkan 17 orang tewas,sedangkan saat kampanye juga terjadi sejumlah tindak kekerasan yang menurut penilaian pihak oposisi, tidak pernah diakui oleh pemerintah Hasina.

Kantor berita Reuters dalam laporannya mengutip seorang angota KPU menyebutkan, pihaknya menerima banyak keluhan tentang ketidakhadiran saksi-saksi di TPS yang mewakili partai oposisi, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.

- Advertisement -