Tarik-Ulur Trump dan Jong-un

12 views
Presiden Korut Kim Jong-un dala pidato tahun baru 2019 menegaskan lagi komitmennya untuk mewujudkan perdamaian permanen di Semenjanjung Korea dan melakukan perlucutan senjata nuklir secara menyeluruh (foto:AP)
- Advertisement -

DI BALIK pendekatan-pendekatan yang dilakukan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong-un, kedua belah pihak agaknya masih bertahan pada posisi masing-masing dalam proses perdamaian di Semenanjung Korea.

Presiden Jong-un dalam pesan Tahun Baru 2019 menyatakan hasratnya untuk bertemu lagi dengan mitranya, Presiden Trump guna menuntaskan perundingan terkait perlucutan senjata nuklir. Namun demikian Jong Un menyayangkan sikap Trump yang tetap meneruskan sanksi embargo terhadap negerinya, walau ia juga menyatakan kemandirian ekonomi Korut.

Lebih jauh Jong Un mengharapkan langkah tulus AS sejalan dengan inisiatif (perdamaian-red) yang dilakukan oleh negaranya untuk mempercepat perbaikan hubungan kedua negara dengan langkah-langkah kongkret dan inovatif.

Jong-un juga menegaskan kembali komitmen yang telah dicapai AS dan Korut dalam pertemuan dengan Trump di Pulau Santosa, Singapura, 12 Juni 2018 yang membuahkan deklarasi untuk mewujudkan perdamaian yang permanen dan stabil serta mendorong denuklirisasi sepenuhnya di Semenanjung Korea.

Pertemuan Singapura kemudian dilanjutan dengan pertemuan-pertemuan antar- pejabat tinggi Korut dengan AS maupun Korsel, namun beberapa bulan terakhir ini tampaknya mandek, karena pihak Korut menganggap, desakan AS terhadap Korut terkait perlucutan senjata, bergaya “gangster”. Jong Un juga kecewa karena sanksi ekonomi AS terhadap negerinya tidak kunjung dicabut.

Mantan Menteri Unifikasi Korsel Kim Myung-Seok agaknya juga bisa memahami kekecewaan Jong-un, karena harapannya untuk meningkatkan pembangunan ekonomi negerinya dengan dicabutnya embargo oleh AS sebagai imbalan tindakannya melakukan denuklirisasi tidak menjadi kenyataan.

Anggota Federasi Ilmuwan AS Angkit Panda dan pengamat Harry Kazianist melontarkan pernyataan hampir senada terkait perubahan sikap Jong Un yang pada waktu-waktu sebelumnya selalu menggertak AS dengan melakukan uji coba nuklir atau mengancam akan memproduksi lebih banyak hulu ledak nuklir.

- Advertisement -