Warga Terdampak Longsor Cisolok Sudah Tahu Ada Retakan Tanah

12 views
Lokasi Longsor di Cisolok, Sukabumi/ Merdeka.com
- Advertisement -

SUKABUMI – Tanda alam sudah dirasakan warga lereng Bukit Sorandil sebelum dilanda longsor yang melenyapkan Kampung Cimapag Cigarehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi.

Seorang warga, Suhati (67) mengatakan ada retakan tanah yang terus membesar di lereng bukit yang dianggap biasa oleh warga, sempat terjadi pergerakan tanah (longsor) dengan skala kecil beberapa tahun silam.

“Ada retak di atas Bukit Sorandil, dibawah batu hideung (hitam) warga disini juga semua sudah tahu dari dulu tapi kami kira efeknya tak begini. Kalau longsor kecil sering,” ungkap Suhati, nenek berusia 67 tahun yang rumahnya selamat dari amukan longsor.

Batu hideung ini memang menjadi penanda area awal longsoran (mahkota longsor) yang berada dilereng bukit. Batu besar berwarna hitam ini juga menjadi pembatas hutan dengan kawasan yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian, sawah.

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jdah mengungkapkan dugaan penyebab utama longsor di Cisolok yakni adanya retakan, lereng bukit Sorandil dengan kemiringan lebih dari 30 derajat, tingginya intensitas hujan, dan mininya pohon keras penahan tanah.

Bahkan abah Asep Nugraha, pemanggu adat kesepuhan Sinar Resmi mengungkapkan fakta sejarah longsor yang sama di lereng bukit yang sama 20 tahun silam.

Dikutip dari laman tempo.co, Abah Asep menuturkan bahwa pemukiman yang longsor adalah Kampung Cigarehong hanya berjarak kurang lebih dari Kampung Cimapag, dan masuk dalam wilayah Kasepuhan Adat Sinar Resmi.

Kampung itu berada di lereng yang dekat dengan perbatasan Banten dan Taman Nasional Gunung Halimun-Gunung Salak. Menurut Abah, warga kampung adat yang hidupnya nomaden atau berpindah tempat mulai mendirikan kampung itu sekitar 1941-1942 di tanah adat. “Kampung terus berkembang, beranak pinak di situ,” ujarnya.

- Advertisement -