JITAPSARA GUGAT

62 views
- Advertisement -

“Tapi kita kan perlu penasihat politik dan hukum, yang punya koneksitas tinggi dengan penguasa Jonggring Salaka.” Prabu Puntadewa melempar usul dalam sidang.

“Betul. Tokohnya hanya satu, kakang Kresna dari Dwarawati. Dia politisi yang merangkap pengacara, tapi sangat bersih. Pantang membela koruptor.” Sambut Raden Werkudara sambil melintir brengos. Dia memang punya kans jadi Kapolri (Kepala Polisi Raja Indraprasta).

Pilihan Werkudara memang tidak keliru. Prabu Kresna satu-satunya pengacara negeri perwayangan yang punya link khusus dengan dewa, karena dia merupakan titisan Betara Wisnu. Maka kalangan dalang pun menyebutnya sebagai Betara Kresna. Dia adalah figur dewa yang mlaya bumi (bertugas di dunia) demi menjaga keseimbangan alam dari tindakan baik dan buruk kawula ngercapada termasuk……dalangnya.

Prabu Betara Kresna pun di-WA lewat HP, dan tak lama kemudian sudah hadir dalam sidang kerajaan negeri Indraprasta. Namanya juga pengacara, pasti kaya. Akiknya pakai embanan (tatakan) emas, jam tangannya Rolex yang berharga milyaran. Bahkan saat Samba putra mahkota berulangtahun, langsung dihadiahi mobil balap seharga Rp 9 miliar tapi belinya lewat leasing.

“Saya siap jadi pengacara kalian, tapi honornya jangan dibayar dari uang korupsi lho ya….,” Prabu Kresna wanti-wanti.

“Enggaklah. Dananya diambil dari SIAP (Sisa Anggaran Pembangunan) 2018 saja kok kaka Prabu.” Jawab Prabu Puntadewa tersipu-sipu.

Prabu Kresna seusai teken surat kuasa, langsung terima dana Rp 5 miliar lewat telepon banking. Setelah WA masuk ke HP-nya dengan kalimat: transver berhasil Rp 5 miliar, barulah meninggalkan istana Indraprasta untuk mengemban tugas. Sayangnya, sejak terima honor selaku pengacara, Kresna tak ada lagi kabar beritanya. HP-nya setiap dihubungi selalu tulalit, sehingga Harjuna pun diminta mengeceknya ke Dwarawati. Jangan-jangan dapat duit sebegitu banyak malah kawin lagi, biar istrinya lengkap jadi 4.

- Advertisement -