Lawatan Sunyi Kim Jong-un ke Beijing

26 views
Presiden Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden China Xi Jinping masing-masing dengan pendamping bertemu di Beijing, Selasa lalu (08/1). Lawatan Kim kali ini agaknya tertutup dari liputan pers (foto: tempo dunia)
- Advertisement -

TIDAK diketahui hasil pembicaraan antara Presiden Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden China Xi Jinping dalam lawatan diam-diam selama tiga hari pemimpin Korut tersebut ke Beijing sejak awal pekan ini (Senin, 07/1).

Kantor Berita Korut (KCNA) baru memberitakannya setelah KA yang membawa rombongan Presiden Kim meninggalkan Pyongyang menuju Beijing, Senin malam (07/1). Lawatan Jong-un disebutkan untuk memenuhi undangan Presiden Xi Jinping.

Dilihat momennya, pertemuan Kim dengan Xi – pemimpin negara pendukung utama Korut yang juga tetangganya – terjadi hanya beberapa hari selang Jong-un mengancam AS akan mengambil keputusan alternatif jika sanksi embargo ekonomi tidak dikurangi.

Menurut laporan pers, didampingi masing-masing ibu negara, Xi menerima Jong-un, Selasa (08/1) siang waktu Beijing sekitar satu jam,kemudian dilanjutkan dengan jamuan malam di Gedung Agung, Beijing pada malam harinya.

Seperti juga saat keberangkatannya, kalangan pers juga baru memperoleh informasi kepulangan Jong-un setelah KA yang diyakini membawa rombongan kepresidenan tersebut sudah meninggalkan Beijing menuju perbatasan wilayah Korut.

Lawatan Jong-un ke Beijing adalah keempat kalinya sejak 10 bulan terakhir ini setelah terjadi pendekatan menuju proses perdamaian di Semenanjung Korea yang puncaknya terjadi pada pertemuan bersejarah antara Presiden Donald Trump dan Jong-un di resor wisata P. Santosa, Singapura, Juni 2018.

Namun sayangnya, komitmen yang dicapai dalam pertemun tersebut yakni kesediaan Korut menghentikan program nuklir dan menghancurkan situs-situs nuklirnya, sebaliknya sebagai imbalannya, AS mencabut embargo ekonomi terhadap Korut tidak berlanjut.

Korut kecewa, karena sanksi embargo tetap berlanjut, sebaliknya AS menganggap Korut belum sepenuhnya menghentikan program nuklirnya.

Presiden Kim walau mengecam AS dan menilai delegasi Menlu AS Mike Pompeo yang datang ke Pyongyang untuk menindaklanjuti hasil pertemuannya dengan Trump di Singapura sebagai preman, tetap menginginkan pertemuan lanjutan dengan presiden AS itu.

- Advertisement -