Sampah Harga Rp 20 juta.

56 views
Di jalan raya Indramayu, warga mengancam pembuang sampah dengan kutukan mengherikan.
- Advertisement -

SAMPAH adalah barang buangan yang tak ada nilainya. Tapi benda tak bernilai itu jadi lain nilainya di mata pemulung dan Pemda. Bagi pemulung, bila dikorek-korek sampah masih bisa menciptakan nilai uang yang menggiurkan. Sebaliknya bagi Pemda, dalam skala besar sampah bisa menggerogoti APBD hingga ratusan miliar. Maka tak mengherankan, di Jambi pembuang sampah sembarangan bisa kena sanksi denda Rp 20 juta.

Bagi orang kampung, sampah belum menjadi masalah. Dengan lahan yang luas, warga desa masih bisa membereskannya dengan cara dibakar maupun ditimbun dalam tanah. Pada saatnya nanti dibongkar lagi sudah bisa menjadi pupuk. Di kota yang lahannya terbatas, mana bisa menimbun sampah dalam tanah. Apa lagi membakarnya, salah-salah bisa kena rumah orang!

Di luar kaum pemulung, sampah itu tak ada nilainya. Tapi meski tak bernilai, bagi Pemda termasuk Jakarta, produk sampah dalam skala besar bisa menggerogoti kas Pemprov. Bayangkan, setiap tahun Gubernur DKI harus bayar ke Pemda Bekasi setahunnya Rp 192 miliar, sebagai kompensasi pembuangan sampah di Bantargebang. Itupun Pemda Bekasi masih merasa belum sesuai, sehingga belum lama ini Gubernur DKI dan Walikota Bekasi “perang” hanya karena masalah sampah.

Produksi sampah warga DKI Jakarta memang luar biasa, perhari bisa mencapai 70.000 ton. Dulu pengelolaan sampah pernah diswastakan. Tapi karena hasilnya tak memuaskan, era Gubernur Ahok kerjasama itu distop, DKI mengelola sendiri sampah-sampah itu. Pemprov juga berencana membangun intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara. Ahok tak sempat mewujudkannya karena kesandung “Almaidah ayat 51”, sehingga baru bisa diwujudkan oleh Gubernur Anies mulai 20 Desember 2018 lalu.

Itu sampah-sampah yang tertangani Dinas Lingkungan Hidup. Yang tak tertangani, yakni yang diurus masyarakat sendiri (dibakar dengan sembunyi-sembunyi), termasuk yang dibuang di balik pagar jalan tol, juga bukan sedikit. Lihat saja sepanjang Jagorawi dari sisi Kampung Rambutan ke arah Bogor, kantong-kantong sampah berserakan di balik pagar jalan tol.

- Advertisement -