Sampah Harga Rp 20 juta.

56 views
- Advertisement -

Rupanya di jalan bebas hambatan itu juga orang bebas buang sampah seenaknya. Meski terpampang spanduk ancaman denda Rp 500.000,- tak juga membuat warga kota takut. Mereka berlagak buta huruf saja, sehingga membuang kantong-kantong sampah tersebut tanpa beban. Ini kebanyakan orang yang tak mau bayar retribusi sampah di RT-RW-nya, karena maunya gratisan melulu.

Setiap Pemda memiliki cara sendiri untuk menyadarkan warganya tentang disiplin membuang sampah. Ada yang sekedar imbauan, ada pula yang galak sebagai ancaman. Di Kab. Bantul DIY, pernah dekat pasar ada coretan tembok yang demikian galak. “Oo, tenan! Mbuwang uwuh sembarangan, yen konangan bakal dipala sampeyan!” Di sisi jalan raya Kelapaduqa Wetan Jakarta Timur, pernah pula ditemukan spanduk berbunyi: yang buang sampah di sini, kami doakan akan seret rejekinya!

Paling ekstrem Pemda Jambi. Kemarin diberitakan, seorang warga kota divonis oleh PN Jambi, untuk bayar denda Rp 20 juta gara-gara buang sampah sembarangan. Tuntutan Jaksa semula Rp 40 juta, dan karena dapat diskon 50 %, Ali Johan Slamet langsung bayar tunai, ketimbang masuk penjara 3 bulan.

Sanksi semacam ini nampaknya kejam, lebih-lebih bila “terpidana” adalah orang tidak mampu. Tapi demi mendisiplinkan warga kota,  terapi semacam itu perlu ditempuh. Soalnya dengan denda hanya Rp 500.000,- sebagaimana di Ibukota, warga kota terkesan menyepelekan saja. “Itu kan kalau ketahuan. Buangnya ya malam hari dong,” kata warga kota yang kurang piknik soal kebersihan lingkungan.
Sanksi denda gaya PN Jambi ini perlu dijadikan yurisprodensi di 5 wilayah Pengadilan Negeri di DKI Jakarta. Warga kota yang buang sampah sembarangan, getok saja dengan denda Rp 20 juta. Orang pasti mikir jadinya. Ketimbang kena denda Rp 20 juta, lebih baik disiplin dalam mengelola sampah rumahtangganya. (Cantrik Metaram)

- Advertisement -