Yaman: Proses Damai Menjauh Lagi

48 views
Ilustrasi pesawat nirawak (drone). Milisi Houthi dukungan Iran menggunakan drone untuk menjatuhkan bom di tengah parade militer pasukan pemerintah di Lahij, Yaman Selatan (10/1) (foto; Suara Islam)
- Advertisement -

PROSES perdamaian yang tengah berlangsung di Yaman tercederai akibat serangan drone yang dilancarkan milisi Houthi dukungan Iran saat parade militer pasukan pemerintah di kota Lahij, Propinsi Lahij, Yaman selatan, Kamis (10/1).

Bom yang dijatuhkan pesawat nirawak, berdasarkan video yang beredar, menewaskan enam orang dan melukai 12 orang penonton dan peserta parade militer yang digelar di Pangkalan Udara Al-Anad di Lahij.

Korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit terdekat dilaporkan termasuk Wakil Panglima AB Yaman Saleh al-Zandani, Kepala Intelijen Tentara Brigjen Saleh Taman dan komandan senior Fadel Hasan.

Kantor Berita Al-Masirah milik kelompok Houthi membenarkan, pihaknya telah menjatuhkan bom dari pesawat nirawak, menyasar tentara penjajah dan pasukan bayaran.

Nabil al- Qaiti, wartawan yang berada di lokasi kejadian menuturkan, ia menyaksikan sebuah pesawat nirawak mengapung pada ketinggian sekitar 25 meter di atas lokasi acara, kemudian terdengar ledakan keras dan tampak sejumlah orang terluka.

Konflik Yaman yang pecah sejak 2014 antara pengikut loyalis mantan Presiden Abdurrabuh Mansour Hadi melawan milisi Houthi menewaskan sekitar 10.000 orang, ribuan luka-luka, ratusan ribu mengungsi dan 8,5 juta dari 29 juta penduduk Yaman kelaparan.

Konflik semakin parah karena campur tangan asing yakni koalisi Arab Saudi dan Uni Arab Emirat yang berada di belakang rezim mantan Presiden Hadi, sebaliknya milisi Houthi didukung Iran.

Tidak Siap Berdamai
Menteri Komunikasi Yaman Moammar al-Eryani menyatakan, peristiwa itu menunjukkan bukti bahwa kelompok penjahat Houthi tidak siap berdamai karena justeru memanfaatkan gencatan senjata untuk memperkuat posisinya.

Untuk itu, Eryani mendesak komunitas internasional memaksa milisi Houthi menyerahkan senjata mereka dan ditarik mundur dari kota-kota di Yaman.

- Advertisement -