PARIKESIT LAHIR

56 views
Banowati salah-tingkah ketemu Harjuna, gara-gara terkena CLBK (Cinta Lama Belum Kelar).
- Advertisement -

PERANG Baratayuda Jayabinangun baru saja usai, dengan kemenangan mutlak pada kubu Pandawa. Berdasarkan pendataan ulang, pasukan Ngastina tewas di Tegal Kurusetra sebanyak 8.765 jiwa, belum termasuk para petinggi kerajaan sebagaimana Prabu Duryudana beserta adik-adiknya. Adapun keluarga Pendawa 5.432 pasukan jadi martir perjuangan. Petinggi Ngamarta Prabu Puntadewa beserta adik-adik dan ibu Kunthi selamat, tapi anak-anak Pendawa semuanya wasalam  masuk swarga pengrantunan.

Berapa kerugian secara materi, sedang diaudit oleh akuntan publik. Meski kerugian lebih banyak di kubu Ngastina, aset bangunan negeri itu masih utuh. Itu karena Perang Baratayuda bisa dikonsentrasikan di Tegal Kurusetra saja, tanpa merembet ke wilayah lain. Cuma, areal medan pertempuran itu kini lebih dari 50 persen telah berubah menjadi TPU (Tempat Pemakaman Umum). Maklum, ketika perang berkobar, setiap korban langsung dimakamkan di tempat tanpa sempat dibawa ke San Diego Hill untuk kalangan wayang elit dan TPU Pondok Kelapa untuk kalangan prajurit biasa.

“Pendawa telah berhasil memiliki kembali negeri Ngastina, namun demikian kewaspadaan  nasional harus ditingkatkan. Sebab sejumlah prajurit Kurawa yang selamat dan minggat, kini menjelma jadi teroris dan tengah menyusun kekuatan baru,” titah Prabu Kresna selaku penasihat keluarga Pendawa dalam Perang Baratayuda.

“Kita harus segera menanggulanginya, dengan membentuk Densus-1000. Sebab jika hanya dengan Densus-88, itu kurang kuat. Bukankah teroris punya prinsip mati satu tumbuh seribu….,” saran Werkudara adik Prabu Puntadewa.

Berdasarkan laporan Biro Pusat Intelijen (BPI) Ngamarta, sejumlah anak Kurawa sebagaimana Aswatama dan Kartomarmo dalam kondisi selamat. Kini mereka masuk hutan, lalu merekrut sejumlah cantrik dari padepokan Sokalima mantan murid Pendita Durna almarhum. Mereka dijadikan pasukan berani mati, untuk merebut kembali negeri Ngastina. Kini mereka sedang berlatih  dan training merakit bom di Gunung Sahari, sebuah gunung yang terletak di perbatasan Ngastina dan Ngamarta.

- Advertisement -