Jualan Kopi Seduh di Stadion Pakansari, Pengungsi Palestina ini Kerap Ditertibkan Satpol PP

702 views
Pengungsi Palestina jualan kopi seduh di Stadion Pakansari, Cibinong/ Republika.co.id
- Advertisement -

BOGOR – Seorang pengungsi Palestina mencar nafkah untuk menyambung hidupnya dengan  berjualan kopi seduh di halaman Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Biasanya kami jualan selama 24 jam di sini,” kata  Omar, kepada Republika.co.id.

Dalam usahanya mencari nafkah di negeri orang, Omar mengaku kerap menemukan tantangan misalnya dagangannya kerap ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sehingga dia beserta istri dan lima orang anaknya tidak dapat berjualan untuk beberapa waktu.

Omar menjelaskan, aktivitasnya sebagai pedagang kopi seduh di kawasan itu sudah dilakoninya sejak dua tahun silam.

Sebelum sampai ke Indonesia, dirinya merupakan seorang pengusaha sukses di bidang elektronik, pariwisata, dan swalayan di Kota Hebron Al-Khalil, Palestina. Di kota itu, bisnis yang digelutinya sempat maju namun akhirnya bangkrut seketika.

Anak pertama Omar, Fatimah Azzahra (11 tahun) menuturkan barang dagangan bersama orangtuanya kadang ramai pembeli juga kadang sepi pembeli, “Kadang yang beli ramai, kadang sepi. Kadang baru buka lapak, langsung diusir Satpol PP,” kata Fatimah.

Sebelumnya diketahui, kawasan Stadion Pakansari telah disterilkan dari pedagang kaki lima (PKL) guna menyambut Asian Games 2018 beberapa waktu silam.

Usai Asian Games berlalu, penertiban PKL masih kerap dilakukan oleh Satpol PP hingga saat ini.

- Advertisement -