Bebas dari Hukuman Mati, Dua WNI Dipulangkan dari Malaysia

23 views
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal (pertama kiri) menyaksikan pertemuan kembali Siti Nurhidayah (kedua kiri), WNI yang terbebas dari ancaman hukuman mati Malaysia, dengan keluarganya di Jakarta, Kamis (17/1/2019)/ Dok. Kemlu
- Advertisement -

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI memulangkan dua orang WNI yaitu Siti Nurhidayah dan Mattari, yang terbebas ancaman hukuman mati dari Malaysia, dan diserahkan kepada keluarga pada Kamis (17/1/2019).

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa Siti adalah korban penipuan sedangkan Mattari menjadi korban salah tangkap.

Siti Nurhidayah ditangkap pada 6 November 2013 dalam penerbangan transit di Penang dari Guangzhou membawa narkotika jenis sabu.

Hasil pendalaman Tim Perlindungan WNI menguatkan keyakinan bahwa Siti adalah korban penipuan. Dalam proses persidangan, pengacara berhasil menghadirkan sejumlah saksi kunci yang mengetahui dan bersaksi bahwa Siti adalah korban.

Perempuan asal Brebes, Jawa Tangah itu kemudian dibebaskan dari semua dakwaan pada 15 November 2018.

Sementara itu, Mattari ditangkap pada 14 Desember 2016 di sebuah proyek konstruksi tempatnya bekerja di Selangor, Malaysia.

Laki-laki asal Madura itu dituduh melakukan pembunuhan terhadap seorang warga negara Bangladesh yang jenazahnya ditemukan dekat tempatnya bekerja.

Dilansir Antara, Jumat (18/1/2019), pengacara KBRI Kuala Lumpur, Gooi & Azzura, berhasil meyakinkan hakim bahwa bukti-bukti yang ada tidak memadai, khususnya karena tidak ada saksi yang melihat atau mengetahui langsung kejadian tersebut.

Pada 2 November 2018, Hakim di Mahkamah Tinggi Syah Alam membebaskan Mattari dari semua tuduhan. Namun, baru pada 8 Januari 2019, izin pemulangan Mattari diterima dari Imigrasi Malaysia.

Sejak 2011, sebanyak 442 WNI terancam hukuman mati di Malaysia. Pemerintah berhasil membebaskan sebanyak 308 WNI dan saat ini masih ada 134 WNI terancam hukuman mati.

- Advertisement -