Solusi Agar Usaha Sapi Pedaging Untung Terus

47 views
- Advertisement -

JAKARTA (KBK) – Bukan rahasia umum lagi bila produksi sapi pedaging Indonesia terus menurun. Ahli peternakan sekaligus pendiri Lembah Kamuning Dairy Farm Sudarmoko menilai, hal itu disebabkan oleh terus meruginya para peternak sapi pedaging akibat tak selarasnya ongkos pakan dengan nilai jual daging.

Menurut hasil penelitian Moko, diketahui harga jual daging sapi dari tangan peternak ke pengepul tak lebih dari Rp 40 ribu – Rp 50 ribu per 1 kilogram. Sementara itu bila dicermati ongkos vitamin dan pakan ternak untuk penggemukan sapi dalam satu hari juga berada di nominal yang sama.

“Kuncinya adalah bagaimana dalam satu hari si sapi harus mengalami kenaikan bobot satu kilogram,” ucap Moko kepada KBK (22/1).

Solusinya tambah Moko peternak mesti menjaga kesejahteran pakan dengan memperhatikan kandungan nilai gizi, vitamin dan mineral yang tercukupi. Caranya ujar Moko dengan memberikan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat yang di dalamnya terkandung protein, lemak, vitamin dan mineral yang seimbang.

“Dengan cara itu dalam satu hari sapi saya pernah ada yang bobotnya meningkat 1,6 kilogram,” jelas Moko.

Sayangnya tak sedikit dari peternak Indonesia tetap bertahan memilih gandum dan kedelai SBM sebagai sumber asupan protein dalam pakan sapi kendati memiliki harga tinggi karena harus di impor dari Argentina dan Amerika Serikat. Padahal lanjut Moko sebagai negara agraris Indonesia memiliki aneka tumbuhan yang dapat dijadikan bahan campuran konsentrat pakan sapi.

“Ada odot rumput gajah tanpa batang dan indigovera tanaman kaya protein. Bila konsentrat berbahan dasar sorgum itu difermentasi bersama odot dan indigovera maka nilai proteinnya bisa mengantikan gandum dan SBM. Dengan cara ini tentu ongkos pakan menurun dan bobot sapi terus bertambah setiap hari,” jelasnya.

- Advertisement -