Venezuela: Maduro Menghitung Hari

548 views
Aksi demo tak henti-hentinya digelar di Venezuela menuntut Presiden Nicolas Maduro lengser karena dinilai tidak becus mengurus ekonomi. Tokoh baru, Ketua Majelis Nasional Juan yang digadang-gadang rakyat Guaido muncul.
- Advertisement -

HIMPITAN tekanan ekonomi berkepanjangan sejak kepemimpinan Presiden Nicolas Maduro pada 2013 membuat rakyat beralih pada tokoh oposisi, Ketua Majelis Nasional Juan Guaido.

Guaido (35) merebut posisi Maduro dengan mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, Rabu (23/1), pasca demo ratusan ribu massa di Caracas yang menuntut Maduro lengser. Belasan orang dilaporkan tewas akibat bentrok antara pendemo dan polisi.

Namun tidak hanya rakyat yang terbelah, pro dan kontra terhadap Maduro atau Guaido, sikap sejumlah negara juga beragam dalam menyikapi kepemimpinan kedua tokoh tersebut.

Presiden AS Donald Trump terang-terangan mendukung Guaido sehingga berakibat pengusiran seluruh diplomatnya oleh Maduro yang berang atas sikap AS tersebut, sementara Rusia dan China yang menjadi mitra utama Venezuela, berada di kubu Maduro.

Turki, Meksiko dan Kuba sejauh ini juga masih menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Maduro, sementara
di dalam negeri, kedudukan Maduro agaknya sementara juga masih kuat karena didukung kalangan militer yang menempati banyak posisi penting dalam kabinet atau berbagai posisi pejabat tinggi lainnya.

Parahnya kondisi perekonomian Venezuela tercermin laporan dikutip dari Business Insider terkait rencana pemerintah menarik 14 ton cadangan emas senilai USD550 juta (sekitar Rp8,14 triliun) dari Bank of England.

Perekonomian Venezuela semakin memburuk akibat sanksi ekonomi yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pekan lalu, termasuk juga larangan bagi wara AS berurusan dengan entitas atau perseorangan yang terlibat penjualan emas hasil korupsi dari Venezuela.

Venezuela sebelumnya telah menjual 24 ton emas tahun senilai hampir USD900 juta ke Turki dan menurut kabar, dalam empat tahun terakhir, cadangan emas negara itu telah menurun dari sekitar 360 ton menjadi 160 ton.

- Advertisement -