Akibat Perubahan Iklim, Tanaman Berusia Ribuan Tahun Hidup Lagi

87 views
- Advertisement -

JAKARTA – Perubahan iklim memiliki dampak luas, salah satunya membuka lanskap Pulau Baffin di Arktik yang tidak terpapar matahari selama 40.000 tahun lebih. Pulau Baffin memiliki fyord yang dalam dan gletser kuno.

Fyord merupakan semacam teluk yang berasal dari lelehan gletser yang sangat tebal dan berat. Tak heran, tempat itu disebut sangat sempurna untuk mempelajari pola zaman es. Melansir Science Alert (29/1), perubahan pada pulau Baffin diamati dan dirasakan oleh seorang ahli geologi dan paleoklimatologi Gifford Miller dari Universitas Colorado Boulder.

Menurutnya, pulau Baffin yang dulu jauh berbeda dengan sekarang dan hal itu sangat mengganggunya. Arktik adalah salah satu lokasi di dunia yang memanas dua sampai tiga kali lebih cepat dibanding tempat lain. Jika hal ini terus berlanjut, Miller yakin semua gletser di pulau Baffin akan benar-benar hilang dan tak tersisa lagi.

“Tidak seperti biologi yang menghabiskan tiga miliar tahun terakhir untuk bisa bertahan dari dampak perubahan iklim, gletser tidak memiliki strategi untuk bertahan,” jelas Miller.

“Adanya gletser bisa jadi petunjuk tentang suhu di alam. Kalau bumi sedang hangat, gletser akan mencair, tapi saat dingin (gletser) mereka ada. Hal ini menjadikan gletser sebagai alat yang paling andal untuk mengamati perubahan suhu,” sambungnya.

- Advertisement -