Iran vs Israel (Bisa) Sulut PD III

48 views
Konflik Iran dan Israel yang menghangat bisa memicu perang terbuka bahkan Perang Dunia III yang menyeret negara-negara lainnya.
- Advertisement -

KONFLIK militer dua seteru bebuyutan, Israel dan Iran di Suriah berkembang terus, diwarnai saling ancam keduanya untuk saling memusnahkan hingga bisa menyeret negara-negara lain ke dalam Perang Dunia III.

Awalnya, negara Yahudi itu terusik oleh kegiatan pesawat-pesawat drone atau nirawak yang diterbangkan oleh unit al-Quds, Garda Revolusi Iran dari kawasan Bukit Hermons, bagian Dataran Tinggi Golan, Suriah yang dikuasainya.

Iran walau memiliki rudal balistik Koramshar dengan radius jelajah 2.300 Km atau mampu menjangkau wilayah Israel, menganggap akan lebih efektif menyerang Israel dari wilayah Suriah yang berbatasan langsung dengan negara Yahudi itu.

Selain jarak yang ribuan kilometer, rudal-rudal Koramshar saat memasuki wilayah Israel bisa saja dicegat sistem pertahanan anti rudal Iron Dome (Kubah Baja) Israel atau sistem rudal anti rudal Patriot dan Arrow buatan AS.

Sebaliknya, Israel sangat terancam jika Iran terus memperkuat satuan al-Quds dan Hesbollah dari perbatasan Suriah yang berada dalam jangkauan peluru meriam, roket dari sistem peluncur multi laras (MRLS) atau rudal-rudal jarak dekat yang ditembakkan.

Selain menembak jatuh beberapa drone, Israel membalasnya dengan serangan udara dan rudal ke fasilitas militer seperti gudang amunisi dan kam pelatihan milik Iran di kompleks bandara Damaskus, ibukota Suriah hingga menewaskan 12 personil militer Iran.

Tak pelak lagi, Iran pun berang, tercermin a.l. dari peringatan keras yang dilontarkan Wakil Komandan Garda Revolusi Iran Brigjen Hossein untuk membumi-hanguskan negara Yahudi itu.

“Kami akan hancurkan Israel hingga tidak ada lagi tempat untuk mengubur musuh yang tewas, “ tandasnya seraya menambahkan, 100 ribu rudal lagi siap diluncurkan Iran ke Israel dari wilayah Suriah.

Iran akan ofensif
Pejabat militer Iran lainnya, Mayjen Moh. Bagheri mengingatkan, negaranya tidak akan dalam posisi bertahan lagi, tetapi akan beralih menyerang (ofensif) jika Israel tidak menghentikan serangannya terhadap posisi-posisi pasukannya di Suriah.

- Advertisement -