AS dan Rusia ke Era Perang Dingin Lagi

44 views
Contoh rudal balistik Rusia. Amerika Serikat dan Rusia menangguhkan Traktat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF Treaty 1987) hingga dikhawatirkan akan memicu lomba persenjataan seperti terjadi pada Perang Dingin lalu
- Advertisement -

PERDAMAIAN dunia terusik bahkan mundur lagi ke era Perang Dingin sekitar tiga dekade lalu setelah Rusia, menyusul Amerika Serikat, menangguhkan Pakta Arsenal Nuklir Jarak Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces – INF Treaty).

Pakta INF ditandatangani di Washington, D.C, AS oleh Presiden AS Ronald Reagan dan Sekjen Partai Komunis Soviet Mikhail Gorbachev pada 8 Desember 1987 dan kemudian diratifikasi pada 1 Juni 1988.

AS dan Rusia sepakat memusnahkan seluruh rudal-rudal balistik dan dan jelajah berpangkalan di daratan jarak dekat (500 hingga 1.000 km) dan jarak menengah (1.000 hingga 5.500 Km).

Menganggap Rusia tidak mematuhinya, Presiden Donald Trump secara resmi memutuskan menarik diri dari kesepakatan INF, Kamis (01/2) diikuti langkah Rusia pada hari berikutnya.

Alasan AS menarik diri dari traktat INF, karena menganggap Rusia ingkar janji dengan tetap mengembangkan rudal-rudal Novator (SSC-X8 menurut kode NATO), berdaya jangkau hingga 5.500 Km.

Menurut AS, rudal Novator 9M729 yang diluncurkan dari darat adalah varian rudal Iskander 9M728 yang diperjauh jangkauannya sehingga dianggap melanggar kesepakatan yang termuat di INF.

Rusia sendiri sebelumnya juga pernah mengancam akan keluar dari INF setelah AS menempatkan rudal-rudal jarak menengah di Polandia dan Rumania pasca pencaplokan wilayah Crimea di Ukraina oleh Rusia pada Maret 2014.

Bergabungnya negara-negara ex-Pakta Warsawa seperti Polandia dan Rumania, bahkan juga negara sempalan Soviet di Laut Baltik seperti Latvia, Lithuania dan Estonesia ke NATO, membuat Rusia terkepung di daratan Eropa dan memerlukan rudal-rudal jarak dekat dan sedang untuk menghadapi potensi lawan yang mengepungnya.

Rudal hipersonik
Selain rudal-rudal balistik tersabut, AS dan Rusia saat ini sedang mengembangkan rudal hipersonik yang sulit dilacak dan tidak terkejar sistem anti rudal lawan.

- Advertisement -