PRABU PANDU PRAGOLA

176 views
Pandu Pragola yang ternyata Gareng habis diomeli Prabu Kresna, dutuduh mau pencitraan.
- Advertisement -

PUNAKAWAN ibarat baut untuk sebuah mesin. Jika baut  lepas, mesin bisa rewel karenanya. Kini terbukti. Setelah punakawan Gareng menghilang dalam sebulan ini, yang repot bukan saja Harjuna, tapi juga Pandawa berikut jajarannya. Betul Ngamarta masih ada sosok Semar, Petruk dan Bagong. Tapi Nala Gareng merupakan punakawan istimewa. Meski berstatus pembantu tapi tak pernah mengkomersilkan tenaga. Saat disuruh para kerabat Pandawa tak pernah berharap “uang rokok”. Dikasih sukur alhamdulillah, nggak diberi ya ….kebangetan!

Gareng memang luar biasa. Begitu dia minggat, kurs dollar AS melonjak drastis menyentuh angka Rp 15.000,- Otomatis beban hidup wong cilik semakin berat. Sejak harga beras Rp 10.000,- perkilo, banyak kawula kalangan katrok (baca: desa) makan tiwul, atawa rendeman kerak nasi. Bahkan pisang di kebun pun tak lagi aman. Tengah malam banyak yang “disunat” maling-maling kelaparan. Akibatnya, ekspor criping dan sele dari Ngamarta menurun drastis.

“Bagaimana ini kangmas Prabu Kresna, ketahanan pangan di Ngamarta sekarang rusak. Rakyat makan gaplek, tapi pejabatnya makan pakai beras  rajalele. Saya nggak tega…,” curhat Prabu Puntadewa kepada Prabu Kresna.

“Sama saja dimas Samiadji. Di Dwarawati makin parah, beras raskin banyak yang dikorup lurah.”

Hari itu Prabu Puntadewa mengundang raja Dwarawati, karena ada dua masalah besar. Pertama, adanya demo berjilid-jilid mengaku alumni Monas Australia. Kedua, soal raibnya punakawan Gareng dari keluarga besar Pandawa. Maklum, raibnya si mata juling Gareng telah menimbulkan  akibat multidimensi. Bukan saja ekonomi, ketahanan kedaulatan juga terancam. Terbetik kabar, seorang raja baru bernama Pandu Pragola tengah ekspansi wilayah di berbagai negeri. Jika berlandaskan  “teori domino”, tak lama lagi dipastikan Ngamarta terima juga giliran.

- Advertisement -