Dompet Dhuafa Bersama Mahasiswa UNBAJA dan ISEN bantu Mayarakat Desa Tertinggal Menjadi Berdaya

58 views
- Advertisement -

Serang, Kamis (7/02), Dompet Dhuafa Banten beserta mahasiswa Universitas Banten Jaya Yang di wakili Syaripudin, M Ridho Ali Murtadho, Muhammad nasrul ilmi, Popy kusmiyati, Eko Prasetiyo. Mahasiswa dari fakultas teknik Universitas Banten Jaya. Serta sekelompok perkumpulan wirausaha muda indonesia yang tergabung dalam ISEN ( Indonesian Student Enterpreneurship Network )  yang di wakili oleh Richardo Petricius Utoyo, Haniefuddin Rifky, ahmad syauqi dari Istitut teknologi sepuluh november surabaya (ITS), Afi Nur Nafisah, Ummul Chairat Rais, dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Serta Yuliana Rahmawati dari Universitas Islam Negeri SMH Banten. Melaksanakan pengabdian masyarakat di  kampung pamanyaran desa linduk kecamatan pontang kabupaten Serang Banten selama satu minggu.

“Pengabdian ini di laksanakan atas kerjasama Dompet Dhuafa Banten  dengan ISEN, kegiatan ini di laksanakan dari tgl 27 januari sampai 2 februari 2019, dalam waktu satu  minggu kami melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya pemberdayaan masyarakat dengan beberapa program ekonomi, pendidikan, sosial serta kesehatan. Namun kami di amanati oleh Dompet Dhuafa untuk fokus melakukan pemberdayaan program Di bidang ekonomi dan pendidikan dengan memberikan pelatihan kewirausahaan berupa pembuatan produk olahan perikanan dan menghasilkan sebuah produk yaitu abon bandeng, sertra udukasi pendidikan untuk anak anak di kampung pamanyaran. ( ujar m ridho perwakilan ISEN Banten). Richardo selaku ketua ISEN mengatakan “ekspetasiku di awal tentang kampung pamanyaran desa linduk itu sama seperti di desa jawa timur kebanyakan, permasalahan desa biasanya kurang dalam mengolah potensi desanya, dan saat sudah di olah bingung dalam pemasarannya, kami datang ke desa ini untuk berbagi pengalaman dan berbagi ilmu agar masyarakat lebih bisa dan dapat menggali potensi di desanya sendiri ”. berbeda dengan  Afi Nur Nafisah salah satu mahasiswa dari UNJ mengatakan “masih belum terbukanya  wawasan yang luas dalam berwirausaha ini mengakibatkan masyarakat cendrung berfikir untuk mencari pekerjaan ke luar negeri untuk mencukupi kebutuhan perekonomian di rumahnya.

- Advertisement -