Jabodetabek, Siaga DBD

40 views
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) termasuk fogging harus terus digalakkan untuk menekan merebaknya korban terinfeksi DBD di wilayah ibukoa dan sekitarnya
- Advertisement -

WARGA ibukota dan sekitarnya diminta mewaspadai tren kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBB) walau sejauh ini belum terjadi lonjakan untuk digolongkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Dinkes DKI Jakarta, Rabu (6/2) melaporkan, kasus terbanyak BD antara 1 sampai 4 Februari tercatat di wilayah Jakarta Selatan dengan 297 kasus, disusul Jakarta Timur 248 kasus, Jakarta Barat 233 kasus, Jakarta Utara 57 kasus dan Jakarta Pusat 43 kasus.

Sebagai contoh, di RSUD Pasar Minggu, menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik RS tersebut John Marbun (6/2) melaporkan, jumlah kasur di IGD ditambah dari 10 menjadi 50 kasur mengingat membludaknya jumlah pasien terduga DBD yang dirawat.

Jumlah perawat di tiap ruang perawatan juga ditambah dari tiga menjadi lima perawat untuk mengantisipasi jumlah calon pasien yang antri untuk dirawat inap.

Menurut dia, dibandingkan Januari 2018 dengan 23 pasien, terjadi lonjakan jumlah pasien DBD pada periode l Januari sampai 6 Februari dengan 279 pasien.

Yang melegakan, ada pasien kasus DBD yang meninggal, sementara persediaan darah dipastikan cukup, sedangkan umumnya pasien terinfeksi DBD melalui tetangga atau lingkungan sekolah yang lebih dulu terinfeksi oleh virus yang dibawa nyamuk aedes aegepti itu.

Sementara jumlah pasien yang dirawat akibat terinfeksi DBD d wilayah Depok, menurut Walikota Depok, Idris A. Somad, mulai menurun dari 200-an menjadi 20-an, sisnya dirawat jalan berkat aksi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dinilainya efektif.

Sepanjang Januari 2019, ada 504 pasien terduga terjangkit DBD, 436 diantaranya positif dan 68 lainnya masih diobservasi. Dibandingkan Januari 2018 dengan 75 pasien, berarti terjadi lonjakan tujuh kali di bulan sama 2019.

PSN di lingkup hunian perumahan harus terus digalakkan.

- Advertisement -