Ditilang Kok Jadi Berang?

53 views
- Advertisement -

Kemungkinan anak muda itu merupakan anak manja dalam keluarga. Dia tak pernah dikecewakan, semua permintaan terpenuhi. Maka ketika melanggar peraturan lalulintas, maunya polisi memaklumi dan membebasakan dari tilang. Kemungkinan di rumah asal meminta sesuatu dengan cara ngamuk-ngamuk, sehingga orangtua mengabulkannya. Nah, polisi maunya dibegitukan juga. Memangnya Polantas kakek lu?

Warganet memuji sikap Polantas yang tetap tenang, tak mudah diteror. Dia tetap melaksanakan tugas dengan baik. Menindak pelanggar lalulintas memang sudah menjadi tugas dan kewajibannya. Menilang para pelanggar adalah salah satu cara polisi untuk mendisiplinkan masyarakat berkendara. Di negeri ini disiplin masyarakat berlalulintas tergolong rendah. Banyak yang mau praktisnya saja, dengan mengajak “lapan anem” damai dengan sejumlah uang. Bahkan di Jakarta tahun 1970-an ada istilah: prittt….jigo!

Jika polisi permisif saja atas tindakan para pelanggar lalulintas, betapa semrawutnya lalulintas. Orang berkendara semaunya, melanggar lampu merah dan verboden dianggap hal biasa. Padahal berkendara dengan sembrono tak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain. Ingat si Dul anak Ahmad Dhani pentolan grup musik Dewa 19? Gara-gara dia sembrono bawa mobil di tol Jagorawi 7 orang tak berdosa mati sia-sia.

Ingat dan catat, di negeri ini korban kecelakaan lalulintas cenderung terus naik. Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia pada 2017 menyebut, tiap tahun tercacat ada 28 ribu-38 ribu orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Itu berarti dalam satu hari lebih dari 100 jiwa melayang gara-gara kecelakaan lalulintas. Dari jumlah itu para korban 75 persen adalah para pengendara sepeda motor. Dan pengendara sepeda motor mayoritas pawa kawula muda. Negara ikut rugi, karena siapa tahu sang korban sesungguhnya adalah Capres untuk entah tahun berapa nanti. (Cantrik Metaram).

- Advertisement -