Kusta Rawan di 10 Provinsi

45 views
Indonesia dengan 26.875 penderita baru penyakit kusta atau lepra yang ditularkan bakteri mycobacterium leprae menenpati ketiga besar pengidapnya setelah India dan Brazil.
- Advertisement -

LAMBANNYA penanganan kusta akibat masih adanya stigma di tengah masyarakat membuat 10 provinsi rentan terhadap penyakit menular tersebut.

Seluruh provinsi di Indonesia sebenarnya ditargetkan bebas dari penyakit infeksi kronis yang ditularkan oleh bakteri mycobacterium leprae tersebut dalam Rencana Pembangunan Jangka Menenengah Nasional 2014 – 2019.

Namun akibat stigma masyarakat, kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Depkes Wendra Woworuntu di Jakarta, Kamis, masih ada 10 provinsi yang gagal mengeliminasi kusta yang juga dianggap sebagian masyarakat sebagai penyakit akibat kutukan tersebut.

Provinsi tersebut yakni kelima di Sulawesi (Sulut, Sulteng, Sulbar, Sultara dan Sulut), Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Prevalensi pengidap kusta di kesepuluh provinsi tersebut masih diatas satu dari 10.000 penduduk, padahal pada 2019 pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014 – 2019 menargetkan seluruh provinsi bebas kusta.

Berdasarkan data Global Laprocy Update yang dipublikasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2017, Indonesia merupakan negara dengan kasus baru kusta nomor tiga terbanyak di dunia (15.910 kasus), setelah India (126.164) dan Brazil (26.875). Ketiga negara itu berkontribusi pada 80,2 persen kasus kusta di seluruh dunia.

Jenis mycobacterium leprae yang menyebabkan lesi kulit dan menyerang sistem saraf tepi yang dijumpai di wilayah tropis tersebut dapat menimbulkan cacat permanen jika terlambat ditangani. Kusta atau lepra terdokumentasi di lembar papyrus Mesir pada 1550 sebelum Masehi.

Selain pemerintah dan tenaga ahli kesehatan, masyarakat memiliki andil besar untuk mendorong agar penderita kusta mau berobat hingga tuntas, tidak mengucilkan diri seperti banyak terjadi hingga saat ini.

Sikap lebai berlebihan masyarakat berinteraksi dengan penderita kusta harus ditinggalkan karena potensi penularan hanya bisa terjadi jika orang kontak dengan pengidap kusta dalam jangka lama (tiga bulan berturut-turut) atau 20 jam perminggu.

- Advertisement -