Israel Rencanakan Sita Tanah Palestina untuk Bangun Jaringan Pembuangan Limbah

91 views
Ilustrasi Lembah Al Matwa, Salfit, Tepi Barat, Palestina. Foto: Al Jazeera
- Advertisement -

TEPI BARAT – Otoritas Israel berencana untuk menyita ribuan meter persegi tanah pribadi Palestina di Tepi Barat pusat, untuk pembuangan limbah.

Hal tersebut akan melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk kebijakan pengambilalihan lahan rezim Tel Aviv di wilayah pendudukan.

Jaringan pembuangan limbah Israel dilaporkan akan menghancurkan ribuan meter persegi lahan pertanian di samping puluhan pohon zaitun, dan akan mendistorsi lembah yang berjalan di daerah yang ditargetkan.

Dilansir Press TV, Sabtu (9/2/2019), aktivis Palestina memperingatkan bahwa desa-desa dan kota-kota Haris, Kifl Haris, Qirah, Dayr Istiya, Bruqin, Kafr al-Dik, Sartah, Bidya dan al-Zawiyah akan dibuldoser untuk pembangunan jaringan saluran air limbah.

Sekitar 600.000 warga Israel tinggal di lebih dari 230 permukiman ilegal yang dibangun sejak pendudukan Israel tahun 1967 di wilayah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur al-Quds.

Dewan Keamanan PBB mengutuk kegiatan penyelesaian Israel di wilayah-wilayah pendudukan dalam beberapa resolusi.

Kurang dari sebulan sebelum Presiden AS Donald Trump berkuasa, Dewan Keamanan PBB pada Desember 2016 mengadopsi Resolusi 2334, menyerukan Israel untuk “segera dan sepenuhnya menghentikan semua kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur” al-Quds.

Palestina menginginkan Tepi Barat sebagai bagian dari negara Palestina merdeka di masa depan dengan status  Yerusalem Timur al-Quds sebagai ibukotanya.

 

- Advertisement -