Waspada! Merapi Aktif Lagi

79 views
Aktivitas vulkanik G. Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah meningkat lagi sejak Selasa (6/2) lalu. Masyarakat di sekitarnya harus waspada dan melakukan persiapan menghadapi kemungkinan situasi terburuk.
- Advertisement -

GUNUNG Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah mulai menunjukkan aktivitas vulkaniknya lagi dalam beberapa hari terakhir ini setelah letusan sebelumnya pada 2006, 2010 dan 2018.

Dua orang tewas lava panas saat kejadian erupsi Juni 2006, sedangkan pada letusan yang terjadi pada 26 Okt. 2010, 15 korban tewas termasuk juru kunci gunung Mbah Marijan akibat terjangan awan panas.

Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso di Jakarta, Kamis (8/2) menyebutkan, awan panas guguran dengan jarak luncur 2 Km ke arah Kali Gendol, Kab Sleman terjadi pada malam hari tersebut pukul 18.28.

Fenomena tersebut menyebabkan terjadinya gempa dengan durasi 215 detik berkekuatan amplitude 70 mm. Sejak Selasa (6/2) Merapi menyemburkan awan panas sebanyak tiga kali dengan jarak luncur terjauh 1,4 Km.

Namun sejauh ini, menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida, walau sudah mengeluarkan guguran awan panas beberapa kali, status Gunung Merapi masih Waspada II, mengingat jarak luncurnya belum melampaui zona bahaya yang ditetapkan.

Antisipasi juga sudah dilakukan oleh masyarakat sekitar kawasan lereng Merapi dengan mengintensifkan patroli siskamling dan melakukan pengamatan gunung secara visual.

“Kami tekankan, di setiap desa, harus ada warga yang berjaga-jaga, “ kata Wakil Ketua Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Desa Baledono, Kec. Dukun, Syafei.

G. Anak Krakatau, Tenang
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan lebih tenang karena tidak terjadi erupsi dan menurunnya intensitas gempa, namun demikian status gunung belum diturunkan, tetap Siaga!

Sedangkan erupsi efusif G. Karangetang di Pulau Siau Kamis dan Jumat lalu (7 dan 8 Feb.) mengakibatkan sekitar 500 warga Desa Batubulan, Kec. Siau Barat Utara,Sulawesi Utara terisolasi.

- Advertisement -