UNHCR: Laporan Kekerasan yang Kembali Meningkat di Myanmar

10 views
Ilustrasi/ AP
- Advertisement -

JENEWA – Badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) menerima laporan bahwa orang-orang melarikan diri dari kekerasan semakin meningkat di negara bagian Chin dan Rakhine di bagian selatan Myanmar, dan membuat ketidakstabilan yang meningkat di wilayah-wilayah itu.

UNHCR mengatakan laporan yang diterima dari situasi keamanan yang memburuk di kedua negara bagian itu sangat mengkhawatirkan, namun UNHCR tidak tahu berapa banyak orang yang telah meninggalkan rumah dan menjadi pengungsi di dalam negeri sendiri sejak kekerasan berkobar Desember lalu.

“Yang kami ketahui dari beberapa laporan, sekitar 200 orang mencari perlindungan dan keselamatan. Ini dilaporkan di daerah yang sangat terpencil di mana kami benar-benar tidak memiliki akses,” ujar  juru bicara UNHCR Andrej Mahecic, seperti dilansir VOA.

Sudah lebih dari 720 ribu pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus 2017 guna menghindari penganiayaan dan kekerasan di Myanmar. Karena krisis pengungsi sebelumnya di Myanmar, Bangladesh saat ini menjadi tempat tinggal bagi hampir satu juta pengungsi Rohingya.

UNHCR memuji kemurahan hati negara itu dan memohon pihak berwenang agar terus mengizinkan orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar untuk berlindung di Bangladesh.

 

- Advertisement -