Tak Ada Akses Masuk ke Yaman, Bantuan Makanan Segera Membusuk

104 views
Ilustrasi Kondisi pinngiran laut merah Hodeidah dalam 24 jam terakhir,. ribuan warga terjebak/ EPA
- Advertisement -

YAMAN – PBB mengatakan bantuan makanan yang bisa dinikmati jutaan warga Yaman masih dibiarkan tak bisa masuk ke  Yaman dan kini berisiko membusuk.

Silo Pabrik Laut Merah, yang terletak di kota pelabuhan barat Hodeidah, menyimpan banyak gandum untuk memberi makan beberapa juta orang, namun sayangnya terlarang untuk masuk ke Yaman yang dilanda perang.

“Biji-bijian Program Pangan Dunia yang disimpan di pabrik cukup untuk memberi makan 3,7 juta orang selama sebulan,  tidak dapat diakses selama lebih dari lima bulan dan berisiko membusuk,” kata pernyataan bersama oleh kepala bantuan PBB dan utusan khusus untuk Yaman.

“Kami menekankan bahwa memastikan akses ke pabrik adalah tanggung jawab bersama di antara para pihak dalam konflik di Yaman.”

Hodeidah, dan gudang makanannya, telah berada di tangan pemberontak Houthi Yaman sejak 2014, ketika kelompok bersenjata itu melakukan pengambilalihan petak besar wilayah Yaman.

Langkah itu mendorong intervensi militer Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sekutu pada tahun berikutnya atas nama pemerintah yang diperangi, memicu  krisis kemanusiaan terburuk di dunia, karena lebih dari 10 juta orang Yaman berada di ambang kelaparan.

Utusan Yaman untuk PBB Martin Griffiths, yang pada Desember memastikan perjanjian gencatan senjata untuk Hodeidah, dan kepala bantuan PBB Mark Lowcock pada hari Senin (11/2/2019) mengatakan pemberontak telah melakukan “upaya untuk membuka kembali jalan menuju ke pabrik”.

Lowcock mengeluarkan permohonan publik kepada Houthi pekan lalu untuk mengizinkan kelompok-kelompok bantuan melintasi garis depan untuk mencapai Pabrik Laut Merah, memperingatkan gandum yang tersisa bisa rusak.

Perang Yaman yang dimulai pada 2014 telah menewaskan sekitar 10.000 orang sejak 2015, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Kelompok pemantau lain memperkirakan bahwa angka kematian jauh lebih tinggi.

- Advertisement -