Merasa Terus Diancam Trump, Maduro Minta Dukungan Internasional

111 views
Nikolas Maduro
- Advertisement -

VENEZUELA – Presiden Nicolas Maduro mengatakan jika Presiden AS Donald Trump terus mengancam Venezuela dengan intervensi militer dan mendesak semua negara untuk berdiri dalam solidaritas dengan negaranya.

Berbicara kepada wartawan di istana presiden Miraflores di Caracas, Rabu (13/2/2019), Maduro mengingat pernyataan Trump sebelumnya yang menandakan intervensi militer adalah “sebuah pilihan” setelah Washington mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu bulan lalu.

“Hari ini, presiden AS telah mengancam Venezuela dengan intervensi militer. Saya ingin semua [negara] dunia bertindak dengan solidaritas dengan Venezuela,” kata Maduro.

“Kami bukan budak, pengemis dan pelayan siapa pun. Kami adalah perempuan dan laki-laki yang merdeka. Kehormatan yang kami miliki di lubuk hati ini adalah motivasi dan kepuasan terbesar kami,” katanya, dilansir Anadolu.

Pada hari Rabu, Trump mengatakan dia akan melihat semua opsi yang berbeda dalam menghadapi situasi di Venezuela tetapi tidak membahas intervensi militer.

Pernyataan Trump datang di tengah dorongan diplomatik dan ekonomi yang terus menerus oleh AS untuk memaksa Maduro menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada 23 Januari.

AS, Kanada, sebagian besar negara di Amerika Latin dan lebih dari 20 negara Eropa telah memberikan dukungan kepada Guaido setelah pengumuman tersebut. Namun Maduro menolak seruan agar dia mundur, bersikeras Washington sedang mengatur kudeta, dengan didukung Cina, Iran, Rusia, dan Turki.

 

- Advertisement -