Korut: Perkasa, Walau Miskin

185 views
Gagal panen tahun ini membuat Korea Utara untuk meminta bantuan PBB mencegah kelaparan yang bakal menimpa 10,5 juta orang atau hampir separuh jumlah total penduduk negara itu.
- Advertisement -

KOREA Utara, dikenal sebagai sosok negara berkemampuan nuklir yang menggentarkan tidak saja tetangganya, negara serumpun Korea Selatan dan juga Jepang, bahkan juga negara adi daya Amerika Serikat.

Namun Jubir Sekjen PBB, Stephane Dujarric seperti dikutip AP dan AFP (22/2) menyebutkan, Korut telah melayangkan surat permintaan bantuan organisasi kemanusiaan internasional untuk mengatasi kondisi pangan negara itu.

Untuk itu, PBB dan Korut sedang membahas langkah awal untuk menyalurkan bantuan bagi sekitar 10,5 juta dari total 25 juta penduduk negeri itu yang terancam kekurangan bahan pangan.

Permintaan bantuan PB itu sendiri dilakukan menjelang KTT kedua antara Presiden AS Donald Trump dan residen Korut Kim Jong Un untuk membahas proses denuklirisasi Korut yang diharapkan mendukung proses perdamaian yang komprehensif di Semenanjung Korea.

Dalam surat Permintaan yang disampaikan Perwakilan Tetap Korut di PBB itu disebutkan, Korut tahun ini kekurangan produksi beras, gandum, kacang kedelai dan kentang sekitar 1,4 juta ton. Bantuan diperlukan untuk mencegah ancaman kelaparan di negeri itu.

Selama ini Korut menjadi ancaman karena rudal-rudal balistik berhulu ledak nuklir yang diuji cobanya disebut-sebut mampu menjangkau dan membumi hanguskan kota-kota besar di pantai timur AS, apalagi, seteru bebuyutannya, Korsel yang cuma berjarak “sepelemparan batu”.

Korut didukung Rusia dan China, pernah terlibat perang besar melawan Korsel yang dibela AS dan negara-negara Barat di bawah bendera PBB antara 25 Juni 1951 dan 27 Juli 1953.
Perang selama dua tahun yang menewaskan ratusan ribu personil kedua negara dan negara-negara yang terlibat belum pernah diakihiri secara resmi dan kedua belah pihak masih dalam status perang.

Baru kemudian terjadi langkah-langkah “PDKT” antara kedua pemimpin, Presiden Korut Kim Jong Un dan Presiden Korsel Moon Jae-ini di tengah Olimpiade Musim Dingin di Pyeungchang, Korsel Februari 2018.

- Advertisement -