ALAP-ALAPAN SITI SENDARI

305 views
Begitu banyak cewek dirayu Sarjokesuma, tapi tak satupun menerima cintanya.
- Advertisement -

DALAM urusan perjodohan, putra pejabat tinggi dan tertinggi di Ngastina, Sarjokesuma ini sangat buruk peruntungannya. Tak satu pun perempuan sudi diperistri olehnya. Maka dalam usia 40 tahun sekarang ini, dia terus hidup tanpa pendamping. Maklum, setiap wanita yang dilamar olehnya, jawabnya demikian sinis,  “Aku sampai dinikahi Sarjokesuma? Mending tak cantelke nggetek (disangkutkan pagar) itu barang.”

Barang apa itu? Barangnya almarhum Sutan Bathugana, ngkali. Nggak tahulah! Yang jelas, Sarjokesuma ini memang  tokoh yang tak laku dijual di Ngastina. Lho, dia kan anggota DPR? Memang iya sih, tapi bisa jadi karena pengaruh sosok ayahnya, Prabu Duryudono. Lihat saja selama jadi wakil rakyat, bikin komentar selalu standar, bernada keniscayaan. Ada teroris tertangkap, komentar Sarjokesuma: Harus diusut sampai ke akar-akarnya! Memangnya kalau dia tak bicara, lalu negara mendiamkan saja?

“Kabarnya Mas Sarjo mau melamar Siti Sendari putra Prabu Kresna?” tanya pers di kala memergoki Sarjokesuma bolos sidang kedewanan.

“Lho kok tahu? Baru pedekate saja kok, doakan saja ya.” Jawab Sarjokesuma  tersipu-sipu.

Isyu yang berkembang memang begitu, Sarjokesuma tengah ngudak-udak Siti Sendari. Padahal gadis itu telah dilamar oleh Abimanyu putra Harjuna, bahkan mereka sudah ring segala. Tapi Sarjokesuma yang mengandalkan nama besar orangtuanya, mencoba menggagalkan kesepakatan Dwarawati – Madukara. Seperti biasa, yang dijadikan tim pelobi adalah Pendita Durna yang dikenal punya akses baik ke Harjuna.

“Tenang saja kamu Sar. Jampi-jampi Eyang Durna lebih manjur dari dukun cabul. Sekali tak umak-umik, pasti Siti Sendari lengket kaya Super Glu.” Hibur Pendita Durna, tapi Patih Sengkuni malah tertawa.

“Kenapa Di Cuni tertawa, memangnya lucu? Gagal paham sampeyan!”

“Ya lucu, jadi dukun cabul kok ngaku. Bikin orang ingat skandalmu mencabuli kuda Wilutama, he he he……”

- Advertisement -