Venezuela: Maduro, Tinggal Menanti Hari

28 views
Warga Venezuela menunjukkan nilai tukar Bolivar yang anjlok akibat inflasi sampai ribuan persen. Rezim Presiden Nicolas Maduro diambang kejatuhan walau masih didukung militer.
- Advertisement -

TEKANAN terhadap rezim semakin kencang, tidak saja dari kelompok oposisi pimpinan Juan Guaido, tetapi juga dari negara-negara tetangganya, Kanada dan Amerika Serikat.

AS sendiri sedang mencari cara baru untuk memaksa Maduro lengser seperti dinyatakan Wapres Mike Pence dalam pertemuan dengan pimpinan Kelompok Lima (12 negara Amerika Latin plus Kanada) bersama Guaido di Bogotta, Kolombia, Senin (25/2).

Pertemuan tersebut digelar setelah aparat keamanan Venezuela mencegah masuknya bantuan kemanusiaan yang dikumpulkan di sejumlah titik di sepanjang perbatasan Kolombia dan Brazil sejak beberapa pekan ini.

Dilaporkan dua orang termasuk remaja berusia 14 tahun tewas dan ratusan lagi luka-luka akibat bentrok antara massa dan pasukan Venezuela yang menghalang-halangi iring-iringan kendaraan bantuan kemanusiaan saat memasuki wilayah Venezuela.

Pence menghendaki aksi “nyata” untuk membantu rakyat Venezuela yang berada di ambang kelaparan jika bantuan terutama makanan tidak segera mereka terima.

“Kami akan membuktikan AS bersama rakyat Venezuela dan berdiri di belakang Guaido serta akan mendukung sampai demokrasi di Venezuela dipulihkan dan bantuan kemanusiaan sampai pe pihak yang membutuhkan, “ ujar Pence.

Bahkan Menlu AS Mike Pompeo menyatakan, tidak tertutup kemungkinan negaranya akan memilih opsi militer. Persoalannya, mengenakan sanksi ekonomi juga berisiko, karena berarti membiarkan rakyat Venezuela semakin menderita.

UE Tolak Opsi Militer
Sementara Jubir Uni Eropa Maja Cocinjancic mengingatkan agar intervensi militer dihindari untuk menyelesaikan krisis Venezuela, karena yang diperlukan, menurut dia, solusi politik yang damai dan demokratis.

Tetangga Venezuela, Brazil, seperti dikutip dari pernyataan Presiden Jair Bolsonaro, juga tidak akan membiarkan wilayah negaranya digunakan untuk mengintervensi Venezuela.

Walau rezim Maduro masih didukung kelompok militer, pembangkangan juga sudah mulai terjadi, milsalnya oleh 156 anggota tentara yang memilih membelot ke Kolombia ketimbang harus melawan rakyatnya sendiri.

- Advertisement -