Garuda Muda, Pelepas Dahaga

14 views
Kemenangan Garuda Muda PSSI U-22 di turnamen AFF di Phnom Penh (2 - 1) atas Thailandmelepas dahaga keterpurukan PSSI akibat kasus pengaturan skor dan juga kepengapan publik terhadap sebaran hoaks, berita bohong dan fitnah menjelang PIlpres 2017
- Advertisement -

MELAMPAUI perkiraan termasuk ekspektasi publik, skuad Garuda Muda PSSI U-22 tampil sebagai kampiun Piala AFF 2019 dalam laga final yang digelar di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja Selasa malam (26/2).

Garuda Muda berhasil menekuk tim unggulan dan juga juara bertahan AFF U-22 sebelumnya, kesebelasan Gajah Perang, Thailand dengan skor 2 – 1.

Hasil 0 – 0 di babak pertama, skuat Thailand unggul 1 – 0 pada menit ke-57 hasil tandukan Saringkan Promsupa memanfaatkan tendangan bebas, namun langsung dibalas dua menit kemudian oleh tandukan bola Sani Riski yang mengenai wajah beck Thailand Ballini dan lolos dari tangkapan kiper Kooraphat.

Gol Osvaldo Haay pada menit ke-64 memanfaatkan tendangan bebas, memastikan Garuda Muda menjadi juara dengan skor 2 – 1 walau sampai peluit panjang ditiup, Thailand berusaha terus menggempur gawang Indonesia yang dikawal Awan Setho.

Dengan kemenangan ini, di ajang turnamen Federasi Sepakbola ASEAN (AFF), Indonesia meraih gelar ketiga kalinya setelah sebelumnya menjuarai AFF U-19 pada 2013 dan kemudian pada AFF U-16, 2018 yang juga diarsiteki oleh Indra Syafri.

Sukses tim besutan Indra di Kamboja begitu luar biasa, selain persiapan mepet, hanya satu setengah bulan, tiga bintangnya yakni Egy Maulana, Ezra Walian dan Saddil Ramdani absen, karena tak dilepas tim mereka.

PSSI juga tidak memasang target tertentu di turnamen AFF U-22 Phnom Penh, karena sasaran yang hendak diraih adalah juara SEA Games Filipina 2019 dan lolos kualifikasi Piala Asia di Thailand, 2020.

Kondisi persepakbolaan Indonesia sedang terpuruk dengan wajah coreng-moreng akibat kasus pengaturan skor di Liga 2 dan Liga 3 yang saat ini sedang diusut oleh Satgas Antimafia Bola, kepolisian.

- Advertisement -