CANDI GROJOGANSEWU

171 views
Prabu Baladewa ambil senjataNenggala dan Durna-Sengkuni siap-siap hendak kabur.
- Advertisement -

BAGI para elit politik di negeri Ngastina, sesungguhnya Prabu Baladewa sering dalam posisi “musuh dalam selimut”. Soalnya dia sering mengoposisi berbagai kebijakan Prabu Duryudana. Apa lagi yang berkaitan dengan renstra (rencana strategis) untuk membinasakan keluarga Pendawa, Prabu Baladewa sering membocorkannya kepada pihak terkait. Tidak lewat cara bisik-bisik, tapi langung konprensi pers di depan sejumlah media, dari yang online-online sampai yang media cetak konvensional. Maklum, meski wilayah teritorial negeri Mandura berada dalam kawasan Ngastina, tapi jiwanya dia lebih pro pada Ngamarta negerinya keluarga Pandawa.

Bagaimana Baladewa tidak pro pada Pendawa. Adiknya yang bernama Sembadra, jadi “kanca ngandhap” (istri) Harjuna. Sedangkan Dewi Kunthi ibunya para Pendawa Lima, adalah juga adik daripada Prabu Basudewa ayahanda Prabu Baladewa. Karena itulah jika Baladewa jiwanya lebih mengakar pada Pendawa adalah sebuah keniscayaan.

“Bapa pandita Durna dan paman Sengkuni, pada pisowanan kali ini kenapa Prabu Baladewa tidak hadir? Ke mana beliau?” kata Prabu Duryudana dalam sebuah pisowanan agung.

“Nggak tahu juga anak prabu. Tapi kok absennya ada, ya?” jawab Sengkuni.

“Mau niru anggota DPR dia.” Potong pendita Durna.

Apa sehina itu kelakuan Prabu Baladewa, bolos tapi masih mengharapkan uang tranpor? Yang jelas, bagi Sengkuni dan Durna, absennya Baladewa justru lebih menguntungkan. Sebab dengan minus dia, sidang-sidang di istana Gajahoya tak pernah mengalami disenting opinion. Apa pun yang menjadi keputusan forum, semua amiiiin saja. Sebaliknya jika ada Baladewa, sering macet gara-gara dapat kecaman. Biar cuma wayang raja Mandura ini vokalnya melebihi Fadli Zon Wakil Ketua DPR Indonesia.

Tapi bagi Prabu Duryudana, absennya Prabu Baladewa tetap merupakan kehilangan besar, karena bagaimanapun dia adalah kakak iparnya juga. Banowati istri Duryudana adalah adik dari Dewi Erawati istri Prabu Baladewa. Jika tidak sungkan saja, mau Prabu Duryudana mengangkat Baladewa jadi panglima tentara Ngastina.

- Advertisement -